Belum Kerja Sama dengan Kemensos, 50.000 Paket Bansos Mangkrak di Gudang
Nasional

Menurut pegawai, bansos mangkrak di gudang selama kurang lebih tiga bulan. Kondisi ini buntut belum terjalinnya kerja sama antara pengelola gudang dengan Kemensos

WowKeren - Sebanyak 50 ribu bantuan sosial berupa paket sembako terbengkalai di salah satu gudang di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Kanit Reskrim Polsek Cakung Iptu Stevanus Leonard Johannes memastikan jika puluhan paket sembako tersebut belum kadaluwarsa.

"Sudah tiga bulan tersimpan di sini dan saya lihat itu expired-nya 2023-2022," kata dia dilansir Antara, Senin (21/12). "Jadi belum expired."

Adapun masing-masing karung bansos itu berisi beras seberat 10 kilogram, mi instan 10 bungkus, 9 kaleng sardin, saus sambal, dan 2 liter minyak goreng. Sebelumnya, muncul dugaan bansos tersebut sudah kadaluwarsa merujuk pada laporan seseorang melalui tayangan video berdurasi 12 detik. Video ini beredar di media sosial.

"Orang yang memviralkan video itu sebenarnya calon pembeli yang datang ke gudang," kata Stevanus menjelaskan. "Itu videonya diproduksi sejak tiga bulan yang lalu."


Kendati demikian, polisi belum memperoleh fakta yang mengarah pada perbuatan penimbunan bansos milik pemerintah. Adalah dalam hal ini adalah PT Penco Pangan Utama selaku pengelola gudang.

Sedangkan menurut keterangan pegawai, bansos tersebut mangkrak di gudang selama kurang lebih tiga bulan. Bukan tanpa sebab, kondisi ini buntut belum terjalinnya kerja sama antara pengelola gudang dengan Kementerian Sosial untuk program bantuan Presiden kepada masyarakat yang terdampak COVID-19. Sehingga pihak pengelola berniat untuk menjualnya agar tidak rugi.

"Jadi mereka (perusahaan) yang beli sendiri," ujarnya melanjutkan. "Mau menyediakan tetapi di sana (Kemensos) sudah full (bantuannya), akhirnya mereka jual sendiri saja biar tidak rugi."

Lebih jauh, Stevanus memastikan jika hingga kini belum ada dana dari pemerintah yang mengalir masuk dalam pengadaan bansos tersebut. "Sejauh ini belum ada uang negara masuk ke sini. Belum ada," ungkapnya.

Kendati bansos sudah menganggur selama tiga bulan namun Stevanus memastikan proses pengawasan kelaikan produk tetap dilakukan. "Semua diseleksi sebanyak tiga kali, baik dari penyimpanan, surat jalan, penataan, hingga dimasukkan lagi ke gudang," tambahnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait