Tak Dapat Bansos, OTG COVID-19 Nekat Keluar Rumah Cari Nafkah
Nasional

Kades setempat menyatakan pada dasarnya memang ada dana desa namun sudah terserap untuk penanganan pandemi di awal-awal termasuk membeli alkes pendukung prokes

WowKeren - Bantuan sosial (bansos) dari pemerintah di tengah kondisi pandemi bisa menjadi hal yang ditunggu-tunggu bagi sebagian masyarakat. Namun sayangnya, masih ada warga yang belum dapat sehingga harus nekat mencari nafkah bahkan saat dirinya positif COVID-19.

Seperti yang terjadi pada salah seorang pasien tanpa gejala (OTG) di Brebes, Jawa Tengah. OTG berinisial R nekat keluar rumah lantaran dirinya harus bekerja. Sebab, bansos dari pemerintah tak kunjung diterimanya.

"Ini yang kedua kalinya kena corona. Awal April positif dan menjalani isolasi mandiri dan selesai tanpa swab," kata R dilansir Detik, Senin (21/12). "Terus Kamis (17/12) kemarin diperiksa dan hasilnya positif tanpa gejala."

R sehari-hari bekerja sebagai guru honorer di salah satu SD negeri. Namun dirinya juga melakukan pekerjaan sampingan sebagai sopir carteran. "Saya ini juga kerja sopir. Kadang carteran kadang taksi online," ungkap R melanjutkan.

Pada dasarnya ia pun sadar jika sebagai OTG seharusnya menjalani isolasi mandiri. Namun apalah daya keadaan memaksanya untuk mencari nafkah. Terlebih lagi ia memiliki seorang istri dan tiga anak.


"Saya harus kerja untuk makan istri dan tiga anak. Kalau tidak kerja dari mana dapat uang untuk makan," paparnya. "Dua kali positif dan isolasi mandiri, belum pernah dapat bantuan sembako."

Kendati harus bekerja di luar rumah, ia mengatakan dirinya berusaha untuk tidak berkontak langsung dengan orang-orang. "Kasihan nanti ketularan," sambung R.

Adapun perihal warganya yang nekat keluar rumah lantaran tak dapat bansos dibenarkan oleh Kades Kalilangkap, Kecamatan Bumiayu, Sobar. "Bahkan ada yang ikut salat jamaah," tuturnya.

Sejak pandemi, ada 8 warganya yang positif corona. Lima di antaranya harus melakukan isolasi mandiri dan sayangnya tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. "Jadi warga saya minta inisiatif 1 rumah satu telur, tapi itu pun tidak banyak karena ekonomi warga juga sedang susah," tutur Sobar.

Pada dasarnya memang ada dana desa namun sudah terserap untuk penanganan pandemi di awal-awal termasuk membeli alkes pendukung prokes. "Nah giliran corona masuk desa, dana sudah habis," ungkapnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait