Terungkap Ini yang Ditemukan Komnas HAM Usai Periksa Mobil TKP Penembakan Laskar FPI
Nasional

Komnas HAM telah memeriksa tiga mobil yang terlibat dalam peristiwa penembakan 6 laskar FPI pada Senin (7/12) dini hari lalu. Begini hasil yang didapat dari pemeriksaan.

WowKeren - Komnas HAM terus mengembangkan pemeriksaan terkait penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI), termasuk memeriksa mobil yang menjadi tempat kejadian perkara. Disebutkan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, total ada tiga mobil yang diperiksa yakni dua milik polisi dan satu milik laskar FPI.

Ketiga mobil itu sendiri saat ini di garasi Subdit Ranmor Polda Metro Jaya. Diperiksa pada Senin (21/12), lantas seperti apakah hasil dari pemeriksaan tersebut?

Yang pertama adalah satu unit mobil Avanza milik polisi yang rusak cukup parah. Mobil itu pula yang digunakan untuk mengamankan dan membawa 4 laskar FPI. "Ada lubang bekas peluru, sabetan senjata tajam, lalu kerusakan di kaca," jelas Beka, dilansir dari Kompas, Selasa (22/12).

Sayangnya Beka mengaku lupa dengan jumlah bekas peluru yang ditemukan di dalam mobil. Ia hanya memastikan bekas peluru itu ditemukan di bagian interior maupun eksterior mobil.


Komnas HAM juga mendapati bekas bercak darah di mobil itu. "Nanti akan kami uji sampel darahnya," tutur Beka.

Kemudian mobil kedua adalah Toyota Avanza, masih milik polisi, yang disebut tidak rusak. Sedangkan mobil terakhir adalah Chevrolet Spin milik laskar FPI yang rusak di bagian kaca dan ban depan.

"Memang ada beberapa kerusakan karena infonya kan mobilnya menabrak duluan, itu keterangan dari polisi," kata Beka. Hanya saja, kembali Beka mengaku lupa perihal ada atau tidak bekas peluru di mobil Chevrolet Spin itu.

Di sisi lain peristiwa penembakan keenam laskar FPI ini masih menjadi pembahasan panas di Indonesia. Tak hanya itu, penembakan yang terjadi juga belakangan membuat seorang staf diplomat Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia dipulangkan usai ketahuan menyambangi Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

Sementara untuk kasusnya sendiri masih bergulir dengan keterangan pihak terkait yang berbeda satu sama lain. Salah satu yang diperdebatkan adalah soal laskar FPI yang dalam pengakuan polisi membawa senjata api sementara Sekretaris Umum FPI Munarman memberi klaim berbeda.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait