Pakar Bongkar Makna ‘Hoodie’ Biru Yang Dipakai Menteri-Menteri Baru Jokowi
Nasional

Pakar gestur menyoroti jaket biru yang dikenakan oleh menteri-menteri baru yang telah dipilih Presiden Jokowi untuk kabinet Indonesia Maju. Terungkap, ini makna simbol dibaliknya.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah resmi melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12). Dalam momen pengenalan menteri baru Jokowi ini, ada pemandangan yang cukup menarik.

Menteri-menteri baru yang telah ditunjuk oleh Jokowi terlihat berkumpul dengan memakai jaket (hoodie) bewarna biru. Hal ini mendapatkan sorotan dari pakar gestur yang bernama Handoko Gani. Ia menjelaskan tentang sejarah singkat hoodie yang dinamis.

”Sebetulnya kalau kita searching history (sejarah) tentang hoodie, hoodie itu awalnya digunakan oleh para pendeta ya,” ujar Handoko kepada wartawan seperti dilansir dari Detik pada Selasa (22/12).”Di zaman Romawi dan Yunani 3.000 tahun yang lalu.”

Handoko mengatakan hoodie dalam perkembangannya kerap dipakai oleh kaum perempuan, pekerja, hingga artis hip hop. Tak hanya sampai disitu, ia bahkan menyebut jaket itu kerap dipakai oleh para CEO.


Menurut pengamatan Handoko, hoodie menjadi simbol sesuatu yang kasual dan sederhana. Oleh sebab itu, simbol-simbol itu seolah ingin diperlihatkan oleh menteri-menteri baru Jokowi itu dihadapan masyarakat.

”Simbol dari casual, simplity, pekerja keras dan kreatifitas,” jelas Handoko. “Kalau ini kita gabungkan dengan salam para menteri yang nunduk dulu ala salam Jepang, menghadap presiden dan wakil presiden tangan seperti menghormat, itu kalau dipadukan itu semua, dari fashion dan gestur kita menemukan simbol penting.

Pertama tetap bekerja keras, berpikir dingin,” sambungnya. “Tetapi sisi lain tetap hangat kepada masyarakat, rakyat. Hoodie itu pakaian yang menyatukan berbagai kalangan. Jadi dengan kata lain para menteri ini bisa merangkul semua pihak.”

Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres Bey Machmudin menjelaskan makna penggunaan jaket berwarna biru itu. Ia menyebut bahan jaket itu nyaman dan melindungi dari basah jika kehujanan. Melalui makna jaket itu, para menteri diharapkan bisa bekerja kapan saja.

”Jaket itu bahannya enak, lalu kalau panas tidak membuat keringat, kalau hujan tidak membuat basah,” ungkap Bey saat dihubungi, Selasa (22/12). “Artinya, setiap orang yang menggunakan tidak masalah dalam cuaca apa pun. Jadi maksudnya, menteri kerja kapan saja dalam suasana kapan saja siap bekerja.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait