Tak Hanya COVID-19, Ini Persoalan yang Perlu Diatasi Menkes Budi Gunadi
YouTube/McKinsey & Company
Nasional

Tak hanya menangani pandemi COVID-19 di Tanah Air, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menilai ada banyak tugas berat menanti Menkes Budi Gunadi.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah resmi merombak Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12). Adapun posisi Menteri Kesehatan (Menkes) yang semula diisi oleh Terawan Agus Putranto telah digantikan oleh Budi Gunadi.

Sebagai Menkes yang baru, Budi Gunadi tidak hanya akan dihadapkan dengan persoalan pandemi COVID-19. Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan bahwa tantangan kesehatan saat ini berkaitan dengan tata kelola dan kelembagaan.

"Jadi tantangan kesehatan saat ini bukan hanya adanya pandemi Covid tapi juga adanya health impact," kata Hermawan dilansir Suara, Rabu (23/12). Menurut Hermawan, sebelum adanya COVID-19 sudah ada penyakit tak menular seperti stroke, diabetes, jantung, dan gagal ginjal telah menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia.


sNamun penanganan penyakit-penyakit tersebut tidak terkontrol karena para pasiennya tidak mungkin turun langsung ke layanan kesehatan dan berisiko terpapar COVID-19. Kemudian, tantangan kedua berkaitan dengan layanan kesehatan terutama penyakit infeksi seperti tuberkulosis dan HIV-AIDS yang juga bermasalah.

Adanya pandemi COVID-19 membuat layanan kesehatan menjadi serba terbatas. "Jadi sekarang situasinya dibutuhkan keahlian kesehatan terutama berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Hanya saja apakah menteri yang baru ini punya wawasan ini, tentu harus diperkuat dengan wakil menteri atau staf ahli yang memang punya latar belakang itu," tuturnya.

Mengingat latar belakang Budi Gunawan yang bukan dari tenaga kesehatan, Hermawan berpendapat penting adanya penguatan, baik melalui wakil menteri maupun staf ahli, yang berasal dari profesi medis. "Orang dokter itu pun belum paham walaupun tenaga kesehatan tapi tidak ada wawasan public health, seperti dokter Terawan itu kan dia sangat klinisi," tuturnya.

"Sebelum ini kan dia di rumah sakit terus padahal kita dihadapkan dengan Pandemi Covid," sambungnya. "Paradigma dibutuhkan public health bukan klinisi, ini tantangan ke depan."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait