Meski diklaim ampuh menurunkan berat badan, diet keto masih kontroversial karena bila tidak dilakukan dengan tepat, mungkin bisa membahayakan kesehatan.
- Putri Stevania
- Selasa, 29 Desember 2020 - 12:50 WIB
WowKeren - Jaman sekarang, diet tak hanya dilakukan untuk membentuk badan ideal namun juga alasan kesehatan lain. Berbagai macam diet pun muncul yang menjanjikan hasil maksimal dan tetap sehat. Salah satu yang paling banyak diminati adalah diet keto. Diet keto adalah diet yang dilakukan dengan cara menerapkan pola makan rendah karbohidrat, namun tinggi lemak.
Metode diet ini kian populer karena dianggap cepat menurunkan berat badan. Tujuan konsumsi lemak dalam jumlah tinggi pada diet keto adalah agar tubuh mencapai kondisi ketosis. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi utama. Lemak juga akan diubah menjadi keton di organ hati, sehingga dapat memberi asupan energi untuk otak.
Meski diklaim ampuh menurunkan berat badan, diet keto masih kontroversial karena bila tidak dilakukan dengan tepat, mungkin bisa membahayakan kesehatan. Demi mencapai manfaat penurunan berat badan yang cepat dari diet keto, sebaiknya ketahui lebih dulu berbagai hal tentang diet keto, termasuk cara menjalani dan risikonya. Berikut tim WowKeren rangkum 8 efek samping diet keto untuk kesehatan yang patut kalian waspadai. Yuk disimak!
(wk/putr)1. Gangguan Pencernaan
Saat menjalani diet keti, tentu saja pola makan kalian akan berubah. Perubahan pola makan yang tiba-tiba ini bisa memicu gangguan pencernaan. Pada diet keto, konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang paling sering terjadi. Hal ini dikarenakan tidak tercukupinya asupan serat dan kurangnya konsumsi air putih.
Tak hanya sembelit, sebagian orang bahkan juga mungkin mengalami diare saat menjalani diet ini meski jarang ditemui. Kalian yang beru pertama kali mencoba diet ini pun akan merasa sangat lapar dan lemas karena hanya mengonsumsi sedikit sekali karbohidrat.
2. Bau Mulut
Saat menjalani diet keto, tubuh yang mengolah keton (zat yang dihasilkan dari metabolisme lemak) meningkatkan aseton dalam darah, keringat, urin, dan juga melalui napas. Hal ini akan menyebabkan bau pada mulut pada kalian.
Maka dari itu, jika kalian berniat untuk melakukan diet keto sebaiknya konsultasikan pada dokter dan ahli gizi. Hal ini untuk mencegah bahaya diet keto terjadi pada diri kalian. Dengan begitu, tim medis akan mengetahui kondisi pasti dan diet yang tepat untuk kalian.
3. Cepat Lelah Dan Tidak Fit
Keluhan yang paling umum dikeluhkan oleh para pemula adalah merasa lemas dan cenderung tidak fit. Saat kalian menjalani diet keto, tubuh akan kehabisan karbohidrat untuk diproduksi menjadi energi. Saat itulah tubuh mulai dalam kondisi ketosis, di mana tubuh beralih mengolah lemak dan keton menjadi energi.
Nah efek dari tubuh ketosis inilah yang menimbulkan gejala seperti tidak enak badan, demam, mual, muntah, pusing, sembelit, hingga kelelahan ekstrim. Pasalnya, tubuh telah berapa pada kondisi peralihan untuk menyesuaikan diri dengan produksi lemak menjadi energi. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Orang yang sedang mengalami flu keto ini dianjurkan untuk banyak minum air putih serta banyak istirahat.
4. Kurangnya Kinerja Otak
Ketika menjalani diet keto, kalian akan mengurangi asupan karbohidrat. Padahal karbohidrat merupakan asupan yang bisa langsung dialirkan ke otak sebagai sumber energi. Efeknya kinerja otak jadi melambat karena kekurangan aliran nutrisi.
Hal ini juga berlaku pada anak-anak penderita epilepsi yang menjalani diet keto. Bahkan dalam jangka panjang, diet ini dapat membuat kepadatan tulang rendah, dan pertumbuhan yang lebih lambat serta beresiko mengurangi daya imun.
5. Gangguan Ginjal
Menjalani diet keto tak semata-mata mengurangi karbohidrat. Kalian akan menggantinya dengan protein dan lemak. Nah protein ini dapat memperberat kerja ginjal yang akhirnya memperparah kondisi sakit ginjal.
Beberapa ahli juga mengatakan bahwa diet tinggi protein membuat batu ginjal semakin buruk. Untuk itu, orang dengan riwayat penyakit ginjal kronis juga dilarang menerapkan pola diet keto ini.
6. Osteoporosis
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, diet keto merupakan diet tinggi lemak, protein, dan rendah karbohidrat. Diet tinggi protein ini bisa bisa membuat jumlah kalsium yang terbuang pada saat buang air kecil jadi lebih banyak. Para ahli berpendapat bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
Bila kalsium yang terbuang tidak tergantikan sesuai kebutuhan, maka potensi terjadinya osteoporosis semakin besar pula. Ditambah lagi, wanita yang sedang diet tanpa bimbingan ahli nutrisi biasanya akan dengan mudahnya menghindari konsumsi susu dengan alasan menjauhi lemak. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
7. Penyusutan Otot
Ketika tubuh mengalami ketosis, yaitu membakar lemak sebagai energi. Namun hal ini juga bisa menyebabkan kalian kehilangan jaringan lemak dan penyusutan otot. Dikutip dari Women’s Health, Victoria Linday, seorang pakar diet di Washington mengungkapkan bahwa karbohidrat berperan penting dalam membentuk otot.
Apabila dibantu dengan protein maka proses pemulihan sel-sel otot yang rusak akan lebih cepat terjadi. Melakukan diet keto mungkin bisa membuat jaringan otot menyusut atau bahkan pecah bila kalori tidak tercukupi.
8. Turunnya Gula Darah (Hipoglikemia)
Diet keto akan menyebabkan kadar gula dalam darah menurun karena kurangnya asupan karbohidrat. Penurunan gula darah ini tentunya baik bagi penderita diabetes. Namun, dalam jangka panjang akan membuat keasaman darah naik hingga merusak organ vital.
Selain itu, gula darah yang berada di bawah batas normal akan menimbulkan gejala hipolikemia. Penyakit ini dapat menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi, cepat lelah, detak jantung tidak normal, gangguan tidur hingga mengalami sindrom kecemasan.
Selain itu, kalian bisa menyimak juga artikel ini untuk mengetahui tips diet sehat dengan air putih. Kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui beberapa tips diet tanpa sayur.