KPAI Sorot Tajam 2 Bocah Parodikan 'Indonesia Raya': Sangat Disayangkan!
Twitter/kpai_official
Nasional

Dua bocah tertangkap ikut memparodikan lagu 'Indonesia Raya'. Hal ini langsung disorot tajam dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang pertanyakan nasionalisme.

WowKeren - Dua orang asal Indonesia yang masih bocah juga ikut-ikutan memparodikan lagu kebangsaan Tanah Air, "Indonesia Raya". Hal ini langsung mendapatkan sorotan tajam dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

KPAI menyayangkan adanya anak di bawah umur yang melecehkan lagu kebangsaan negara mereka sendiri. KPAI menganggap kejadian itu sebagai bukti lemahnya rasa nasionalisme yang ditunjukkan sebagian warga Indonesia.

"Sangat disayangkan adanya seorang WNI masih anak-anak yang mempermainkan dan melecehkan lagu kebangsaan negaranya sendiri," kata komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime KPAI Margaret Aliyatul seperti dilansir dari Detik, Jumat (1/1). "Ini menunjukkan bukti lemahnya rasa nasionalisme dan cinta kepada tanah airnya.

Dalam kesempatan ini, Margaret juga menyinggung pentingnya menumbuhkan pengetahuan dan kemampuan literasi bagi anak-anak Indonesia. Ia menyarankan perkembangan teknologi untuk meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya bersikap nasionalisme dan menghargai bangsa sendiri. Selain itu, orangtua juga diminta mengawasi langsung anak-anak saat mengakses internet agar terhindar dari hal-hal negatif.


"Untuk itu, penting adanya upaya-upaya penguatan rasa cinta tanah air dengan berbagai strategi sejak masa anak-anak," saran Margaret. "Adanya kasus ini menunjukkan bukti masih lemahnya literasi digital di masyarakat. Untuk itu, penting adanya penggalakan literasi digital bagi masyarakat, tidak terkecuali anak-anak."

"Sehingga anak-anak dapat diarahkan untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk hal-hal positif yang mendukung edukasi dan kreatifitas positif," sambungnya. "Orang tua tidak boleh abai dengan segala aktivitas anak di dunia siber."

Sebelumnya, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat berhasil menangkap pelaku terkait parodi lagu "Indonesia Raya". Pelaku berinisial MDF (16) merupakan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang masih pelajar. Penangkapan MDF ini dilakukan setelah Polri memeriksa seorang saksi WNI yang masih anak-anak.

WNI berusia 11 tahun yang berada di daerah Lahad, Datu, Sabah, Malaysia itu membeberkan pelaku lagu "Indonesia Raya". Ia menyebut pelaku parodi merupakan pemilik akun YouTube My Asean yang berada di Indonesia. Polisi pun akhirnya berhasil meringkus MDF pada Kamis (31/12).

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait