Pemerintah juga berencana menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit umum daerah (RSUD) dan rumah sakit swasta demi mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 Januari 2021 - 17:22 WIB
WowKeren - Pemerintah berencana menambah 10 ribu tenaga kesehatan (nakes) baru untuk menangani pandemi virus corona (COVID-19). Menurut Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, 7.900 orang di antaranya merupakan perawat.
"Targetnya 10.000 (orang), terutama peningkatan perawat sejumlah 7.900 orang di 141 fasilitas kesehatan," jelas Airlangga dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan pada Senin (4/1). Pemerintah juga berencana menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit umum daerah (RSUD) dan rumah sakit swasta demi mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.
Airlangga mengungkapkan bahwa jumlah tempat tidur di sejumlah rumah sakit akan ditambah sebanyak 30 persen. Nantinya, kebijakan tersebut akan dieksekusi langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Alokasi untuk penanganan COVID ditingkatkan menjadi 30 persen," kata Airlangga. "Dan Pak Menteri Kesehatan akan mempersiapkan hal tersebut."
Sementara itu, Presiden Joko Widodo disebut Airlangga tetap meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan meski program vaksinasi COVID-19 dimulai pertengahan bulan Januari 2021 ini. "Bapak presiden tentu berharap bahwa kegiatan vaksinasi maupun kedisiplinan masyarakat itu harus berjalan seiring karena seluruhnya itu dengan vaksinasi tetap kedisiplinan masyarakat itu harus tetap dijaga," tutur politisi Partai Golkar tersebut.
Pemerintah sendiri diprediksi akan membutuhkan waktu 3,5 tahun untuk melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap 181 juta penduduk Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah akan membenahi sistem layanan kesehatan yang ada selama vaksinasi berjalan.
"Implementasi tata laksana COVID-19, terutama di tempat yang non-rujukan, kemudian pemerintah terus mendorong peningkatan daripada surveilans, baik itu tes, lacak, maupun isolasi," jelas Airlangga. "Pemerintah akan segera memulai untuk melakukan vaksinasi yang dijadwalkan sekitar pertengahan bulan atau minggu depan. Ini tentu menunggu daripada emergency use authorization daripada Badan POM dan juga terkait dengan kehalalan."
Di sisi lain, COVID-19 bertambah sebanyak 6.753 kasus pada Senin hari ini. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di Tanah Air telah mencapai 772.103 kasus.
(wk/Bert)