Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah, pihaknya menemukan banyak klaster penularan dari berbagai aktivitas luar rumah yang dapat mengumpulkan banyak orang.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 05 Januari 2021 - 14:44 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia masih terus bertambah. Satgas Penanganan COVID-19 lantas mengingatkan bahwa kini masih banyak klaster dengan risiko penularan virus yang tinggi.
Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah, pihaknya menemukan banyak klaster penularan dari berbagai aktivitas luar rumah yang dapat mengumpulkan banyak orang. Seperti kegiatan rapat, pernikahan, arisan, dan bahkan tahlilan.
"Banyak juga kita melihat ada klaster rapat, klaster pernikahan, klaster arisan ini pernah kita dapati. Atau klaster pada saat itu sedang tahlilan, tapi tidak jaga jarak, ruangannya kecil, orangnya penuh dan banyak," tutur Dewi dalam video di kanal YouTube BNPB Indonesia pada Selasa (5/1). "Akhirnya dari satu orang positif bisa menularkan sampai 20 orang."
Oleh sebab itu, Dewi mengingatkan masyarakat yang hendak mendatangi acara di luar rumah untuk memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Sebagai contoh, Dewi menyarankan warga yang hendak mendatangi acara pernikahan untuk putar balik jika melihat tamu yang datang membludak.
"Misalnya penting banget ketika ada pernikahan. Pernikahannya dibatasi jumlah orang yang hadir, ketika kita datang, orangnya sangat membludak," kata Dewi. "Lebih baik balik lagi, enggak usah melanjutkan lagi untuk ada di sana karena risikonya jauh lebih tinggi."
Risiko penularan COVID-19 dari acara yang dihadiri banyak orang disebut Dewi memang lebih tinggi. Sepulangnya dari acara tersebut, warga berpotensi menularkan COVID-19 anggota keluarga, terutama yang rentan seperti lansia atau memiliki penyakit komorbid.
"Terutama kalau di rumah kita ternyata ada orang-orang berisiko, seperti tinggal bersama orang tua yang usianya sudah lanjut," terang Dewi. "Atau dengan orang lain yang punya komorbid, akan sangat rentan dan jangan sampai kita jadi penularan kepada orang-orang yang kita sayang."
Dewi pun kembali mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar rumah dan terus menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). "Maka ketika ada aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu urgent, lebih baik dihindari dulu," pungkasnya.
(wk/Bert)