Sebut Investasi Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi, Jokowi: APBN Kita Tidak Memungkinkan
Nasional

COVID-19 diketahui membuat perekonomian Indonesia melemah. Dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi, Presiden Jokowi mengatakan bahwa kunci utamanya adalah investasi dan tak bisa hanya mengandalkan APBN.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang terjadi diketahui membuat perekonomian Indonesia melemah. Dalam rangka pemulihan ekonomi di tengah pandemi, Presiden Jokowi mengatakan bahwa kunci utamanya adalah investasi dan tak bisa hanya mengandalkan APBN.

Menurut Jokowi, pemulihan ekonomi tidak bisa hanya dengan mengandalkan APBN mengingat rasio utang Indonesia terhadap PDB Indonesia pada tahun 2020 diproyeksikan mencapai 38,5%. Di samping itu, kapasitas pembiayaan BUMN untuk melakukan pembangunan nasional juga terbatas.

Jokowi pun mengungkapkan bahwa kunci utama pemulihan ekonomi adalah investasi. Terkait hal itu, ia memberikan mandat kepada seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah setempat untuk tidak menghambat laju investasi.

"Pemulihan ekonomi, kuncinya adalah di investasi. Karena APBN kita tidak memungkinkan untuk seluruh pembangunan ini dikover dari anggaran APBN," ujar Jokowi saat membuka Rapat Terbatas Penanganan Pandemi COVID-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi yang disiarkan virtual, Rabu (6/1).


Presiden juga meminta kepada kepala daerah untuk menangani langsung investasi-investasi yang bernilai besar. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, agar investasi tersebut bisa dengan cepat direalisasikan.

"Untuk investasi-investasi besar, saya titip agar ditangani sendiri oleh para bapak, ibu gubernur. Sehingga betul-betul bisa direalisasikan di lapangan," lanjutnya.

Di sisi lain, pemerintah mengumumkan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Jawa dan Bali. Kebijakan ini diterapkan setelah lonjakan kasus virus corona semakin tak terkendali dan menyebabkan penuhnya tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) bagi pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit di Tanah Air.

Kebijakan pemerintah itu dinilai berani karena harus bersiap mengalami dampak ekonomi yang semakin parah. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai PSBB di Jawa dan Bali mempengaruhi ekonomi pada kuartal I 2021.

(wk/putr)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait