Patuhi protokol kesehatan COVID-19! Ketersediaan tempat tidur di ICU untuk pasien virus corona Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah semakin gawat dan terbatas.
- Ruth Meliana
- Jumat, 08 Januari 2021 - 15:51 WIB
WowKeren - Situasi penyebaran virus corona di Indonesia memang terus melonjak, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akibatnya, ketersediaan tempat tidur di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pasien COVID-19 di Kota Pelajar sudah semakin penuh.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih mengatakan ruang ICU di Yogyakarta hanya tersisa 19 tempat tidur saja. Ia menjelaskan total ada 76 tempat tidur dari 27 rumah sakit rujukan. Namun, 75 persen di antaranya sudah terisi dan hampir penuh.
”TT (tempat tidur) critical,” kata Berty Murtiningsih dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (8/1). “Ketersediaan 76, penggunaan 57, sisa 19.”
Berty menjelaskan pentingnya kapasitas ruang ICU karena dikhususkan bagi pasien virus corona yang memiliki gejala parah dan terancam nyawanya. Pasalnya, pasien yang dirawat di ruang ICU tentunya memiliki penanganan khusus dan intens.
Selain krisis ruang ICU, Yogyakarta juga mulai kekurangan ruang isolasi pasien virus corona. Dilaporkan hingga Kamis (7/1), tingkat keterisian tempat tidur di ruang perawatan isolasi COVID-19 sudah mencapai 92,8 persen.
Pemerintah setempat pun berusaha menangani situasi tersebut dengan menambah tempat tidur perawatan bagi pasien virus corona. Pemda DIY juga turut menambah tenaga kesehatan (nakes) untuk menangani pasien COVID-19.
”TT (tempat tidur) non-critical, ketersediaan 641, penggunaan 595, sisa 46," tutur Berty. “Sudah dan sedang dilakukan penambahan TT (tempat tidur) dan relawan Nakes (Tenaga Kesehatan) secara bertahap.”
Berdasarkan laporan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Yogyakarta mencatat penambahan kasus sebesar 355 pasien pada Kamis (7/1) sebanyak 355 pasien. Tambahan itu membuat akumulasi kasus Covid-19 di DIY menjadi 13.967 kasus. Rinciannya, 9.373 orang dinyatakan sembuh dan 301 orang meninggal dunia.
(wk/lian)