Tak Hanya Vaksin, Ahli Sebut Kasus COVID-19 RI Bisa Turun Jika 95 Persen Masyarakat Pakai Masker
Nasional

Ahli kebijakan kesehatan Unpad, Deni Kurniadi Sunjaya mengungkapkan pendapatnya. Ia mengatakan, salah satu kunci untuk menurunkan kasus COVID-19 di Indonesia adalah memperketat aturan penggunaan masker.

WowKeren - Indonesia siap melakukan vaksinasi COVID-19 menggunakan Sinovac asal Tiongkok. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikonfirmasi menjadi orang pertama yang akan mendapatkan suntikan vaksin tersebut. Namun, selain vaksin, ahli rupanya menyebutkan bahwa kebiasaan menggunakan masker masyarakat juga bisa turunkan kasus positif.

Ahli kebijakan kesehatan Universitas Padjadjaran (Unpad), Deni Kurniadi Sunjaya mengungkapkan pendapatnya. Ia mengatakan, salah satu kunci untuk menurunkan kasus COVID-19 di Indonesia adalah memperketat aturan penggunaan masker.

Deni menjelaskan, saat ini penggunaan masker di masyarakat Indonesia mencapai di atas 70 persen. Jika penggunaan masker terus ditingkatkan hingga 95 persen, ia optimis kasus COVID-19 akan menurun drastis.

“COVID-19 di Indonesia akan menurun andaikata banyak orang yang memakai masker sampai 95 persen,” ujar Deni yang dikutip dari Kompas.com, Senin (11/1).


Deni mengungkapkan, angka kematian akibat COVID-19 sampai sekarang sangat tinggi. Data dari Healthdata menunjukkan angka ini terus meningkat hingga April 2021. Namun, angka ini bisa menurun sampai belasan ribu jika banyak orang menggunakan masker.

Ahli yang juga Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpad ini juga menjelaskan bahwa vaksin sendiri tak membawa dampak besar jika tak dibarengi ketaatan masyarakat. Menurutnya, apabila aturan penggunaan masker terus diwajibkan disertai pemenuhan protokol kesehatan dan pengetatan kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah, kasus COVID-19 di Indonesia akan mudah menurun.

“Vaksin sebetulnya tidak seberapa besar kalau kita bersama-sama menggunakan masker. Ini menjadi sangat penting,” kata Deni. Oleh sebab itu, aturan kewajiban penggunaan masker sebaiknya terus diperketat pemerintah.

Pemerintah bisa mengadaptasi kebijakan di negara lain yang membebankan denda cukup besar bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Selain itu, pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan. Karena itu, proyeksi kesehatan Indonesia pada 2021 tidak hanya berbicara soal COVID-19.

Peningkatan angka kematian ibu dan bayi, meningkatnya kasus stunting, hingga menurunnya kinerja program kesehatan menjadi masalah kesehatan yang dihadapi Indonesia pada 2021. “Secara jangka panjang, ini akan mengganggu kualitas hidup manusia,” tutup Deni.

(wk/putr)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait