Menurut pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, sosok Mensos Risma memang potensial untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta selanjutnya.
- Bertilia Puteri
- Senin, 11 Januari 2021 - 12:21 WIB
WowKeren - Nama Menteri Sosial Tri Rismahrini alias Risma kini tengah ramai diperbincangkan publik. Aksi blusukan yang kerap dilakukan Risma usai menjabat sebagai Mensos sering dikait-kaitkan sejumlah pihak dengan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
Menurut pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, sosok Risma memang potensial untuk maju dalam Pilgub DKI selanjutnya. Namun, Adi menilai Risma tidak akan mudah melawan Anies Baswedan sang petahana.
"Kalau membaca secara umum, Risma potensial," tutur Adi dilansir Tempo, Minggu (10/1). "Tapi melawan dan menantang petahana itu bukan perkara gampang."
Lebih lanjut, Adi menilai bahwa Anies memiliki pemilih loyal yang kuat. Para pendukung Anies juga dinilainya solid untuk memenangkan jagoan mereka.
Sementara itu, suara PDIP yang menaungi Risma kalah dari partai lainnya di Jakarta. Adi juga menyebutkan bahwa basis pemilih Ibu Kota anti Joko Widodo.
"Kalau memang Risma dipaksakan maju di Pilkada Jakarta, PR-nya (pekerjaan rumah) banyak," jelas Adi. "Melawan petahana, melawan basis yang selama ini memang PDIP dan Jokowi kalah."
Menurut Adi, kebanyakan pemilih kini lebih mengutamakan sentimen primordial dibanding rekam jejak calon kepala daerah. Adapun sentimen primordial yang dimaksud adalah siapa yang memiliki kedekatan terhadap agar atau kelompok tertentu.
Sebelumnya, Adi sempat menilai aksi blusukan Risma akan terus dikaitkan dengan Pilgub DKI jika hanya dilakukan di kawasan Ibu Kota saja. Risma dinilainya perlu melakukan blusukan ke seluruh daerah terpencil demi mematahkan tudingan jika aksi tersebut bermuatan politik.
"Risma akan selalu dikaitkan dengan Pilkada Jakarta kalau blusukannya hanya kenceng di Thamrin dan sekitarnya," ujar Adi pada Selasa (5/1). "Kecuali blusukan Risma juga dilakukan di daerah terpencil tanpa hingar bingar media publik otomatis berhenti kaitkan Risma dengan Pilkada Ibu Kota. Indonesia bukan hanya Jakarta blusukan juga di daerah lain. Itu sangat bagus."
(wk/Bert)