Viral Tanda 'SOS' di Pulau Laki Diduga Terkait Korban Sriwijaya Air SJ182, Basarnas Buka Suara
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Media sosial dibuat geger dengan tanda 'SOS' atau 'TOLONG' yang terlihat di Pulau Laki saat dibuka melalui Google Maps. Adakah kaitannya dengan korban Sriwijaya Air SJ182?

WowKeren - Baru-baru ini media sosial dibuat heboh dengan tanda SOS yang konon muncul ketika mengakses Pulau Laki di layanan Google Maps. Sebagai informasi, Pulau Laki merupakan salah satu bagian dari Kepulauan Seribu yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada Sabtu (9/1) kemarin.

Ketika diakses pada Rabu (20/1) pukul 13.58 WIB, tanda tersebut pun masih ada dan berlokasi di tengah hutan. Temuan viral ini pun kekinian ditanggapi oleh Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Rasman.

Viral Tanda \'SOS\' di Pulau Laki Diduga Terkait Korban Sriwijaya Air SJ182, Basarnas Buka Suara

Twitter

"Sampai saat ini saya belum menerima informasi tersebut, belum menerima datanya," ujar Rasman di kawasan JICT II Tanjung Priok. "Nanti kita akan cek sesuai informasi yang kita berikan tadi."

Rasman pun turut menanggapi perihal mungkinkah tanda SOS itu dibuat oleh korban selamat Sriwijaya Air SJ182. Rasman mengungkap hingga kini tidak ada keterangan soal penumpang selamat, karena itulah Basarnas tidak ingin berspekulasi lebih jauh sebelum memeriksa langsung.


"Sampai saat ini tidak ada keterangan yang kita dapatkan bahwa ada penumpang yang hidup," tegas Rasman, dilansir dari Tribun News. "Jadi untuk yang tanda SOS tadi kita coba dalami nanti ya. Saya tidak mau berspekulasi apa yang ada di situ."

Kendati demikian, Rasman mengingatkan bahwa bisa jadi tanda tersebut malah dibuat oleh personel SAR Gabungan. Sebab personel SAR Gabungan ini ada yang mendirikan sejumlah posko di sekitar lokasi pencarian Sriwijaya Air SJ182, seperti Pulau Laki, Pulau Lancang, dan Tanjung Kait.

"Karena bisa saja itu juga ada teman kita yang ada disitu. Untuk diketahui, tim penyelam kita itu ada yang berposko di Pulau Lancang, ada juga yang berposko di Pulau Laki. kemudian ada juga yang di Tanjung Kait," jelas Rasman.

"Jadi mereka membentuk posko-posko itu untuk memudahkan mereka bergerak," pungkas Rasman. "Karena tidak semua ada di atas kapal, kapal jumlahnya terbatas."

Di sisi lain, operasi evakuasi dan pencarian Sriwijaya Air SJ182 diperpanjang Basarnas hingga Kamis (21/1) besok. Selain perkara kemanusiaan, cuaca buruk hingga belum ditemukannya CVR pesawat juga menjadi alasan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts