Bukan Sebagai Obat, Mendagri Tito Tegaskan Vaksin COVID-19 Punya Fungsi Ini
Nasional
Vaksin COVID-19

Ditegaskan Tito, program vaksinasi COVID-19 yang dimulai di Indonesia sejak Rabu (11/1) lalu bukan sebagai obat untuk menanggulangi wabah tetapi untuk tujuan berikut ini.

WowKeren - Indonesia memulai program vaksinasi untuk mengintervensi pengendalian wabah virus Corona mulai Rabu (11/1) kemarin. Namun keberadaan vaksin ini tampaknya membuat banyak pihak yang jadi sedikit meremehkan wabah dan malah tak disiplin melakukan protokol kesehatan.

Karena itulah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa vaksin bukanlah obat untuk menyembuhkan COVID-19. "Untuk itu, perlu diberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa vaksin bukanlah obat," jelas Tito di Jakarta, Senin (25/1).

Tujuan utama program vaksinasi ini sebenarnya untuk membangun kekebalan kelompok atau herd immunity. Sebab langkah itulah yang sejauh ini paling efektif untuk memutus rantai penularan, itu pun baru bisa tercapai apabila minimal dua pertiga memiliki antibodi untuk melawan infeksi virus Corona.

Tito juga mengingatkan vaksinasi adalah salah satu alternatif pengendalian wabah COVID-19. Sedangkan solusi utamanya sebenarnya adalah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) serta mendisiplinkan protokol kesehatan berupa gerakan 4M alias mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan.


Namun untuk bisa mencapai herd immunity yang ditargetkan lewat program vaksinasi ini, diakui Tito memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya Indonesia "terjegal" dengan faktor luas dan sebaran wilayah.

"Nah, untuk itu untuk bisa mewujudkan bahwa dua pertiga populasi bisa memperoleh antibodi pada waktu yang sama jelas memerlukan percepatan," ujar mantan Kapolri itu, dilansir dari Kontan, Selasa (26/1). Salah satu cara untuk bisa mempercepat vaksinasi adalah dengan melakukan mobilisasi dan keserempakan antara pusat dan daerah.

Dalam hal ini, percepatan di daerah bisa didukung dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai di masing-masing daerah. Mulai dari fasilitas kesehatan, pengadaan vaksinator, hingga monitoringnya nanti.

"Selain fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, sarana prasarananya yang di-drop dari pusat mana yang kira-kira perlu diadakan oleh daerah," pungkas Tito. "Ada mata anggaran kesehatan sebagai urusan wajib, urusan pemerintah wajib, tolong ini dipersiapkan untuk membantu pemerintah pusat."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts