Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, surat keberatan yang dilakukan Eiger terhadap seorang YouTuber terlalu mengintervensi hak konsumen.
- Nidya Putri
- Jumat, 29 Januari 2021 - 15:13 WIB
WowKeren - Seorang YouTuber mendapat surat peringatan dari produsen alat pendukung aktivitas luar ruangan Eiger pada Kamis (28/1). Dalam surat tersebut, Eiger mengungkapkan sikap keberatannya atas konten review dari YouTuber dengan akun Twitter @duniadian yang dianggap kurang bagus oleh perusahaan sehingga sebaiknya diperbaiki atau dihapus.
Sayangnya, persoalan ini menjadi viral di media sosial. Bahkan di Twitter kata kunci "Eiger" sempat menjadi trending topic.
Persoalan ini rupanya turut menyita perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai, surat keberatan yang dilakukan Eiger terhadap konsumennya terlalu mengintervensi hak konsumen. "Apa yang dilakukan Eiger kurang pas, terlalu intervensi kepentingan dan hak konsumen," katanya dilansir Kompas, Jumat (29/1).
Menurut Tulus, video review mengenai produk Eiger mestinya menjadi masukan bagi perusahaan terhadap produk yang digunakan konsumennya. "Managemen Eiger seharusnya berterima kasih atas input dan masukan konsumen," ujarnya.
Tulus menegaskan, hak konsumen untuk didengar pendapatnya, keluhannya, serta pengaduannya telah dijamin oleh Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Eiger selaku pelaku usaha harusnya tidak perlu risih terhadap apa yang disampaikan oleh konsumen," imbuhnya. "Apa yang dilakukan konsumen justru good input agar produk Eiger makin berkualitas dan dicintai konsumen."
Sebelumnya, surat peringatan Eiger tersebut rupanya mendapat reaksi negatif dari masyarakat. CEO Eiger Ronny Lukito pun meminta maaf atas peristiwa tersebut.
Selain itu, Ronny juga menjelaskan apa tujuan awal dari surat keberatan yang dilayangkan dari pihaknya kepada YouTuber itu. "Atas nama perusahaan PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI), sebagai perusahaan yang menaungi merk EIGER Adventure," ujar Ronny, Kamis (28/1). "Dengan rendah hati kami menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas masalah yang terjadi."
(wk/nidy)