ESDM Ungkap Perkembangan Terkini Heboh Semburan Gas di Ponpes Riau, Berpotensi Jadi Lapindo Jilid 2?
Nasional

ESDM RIau membeberkan perkembangan terkini semburan gas dan lumpur di Ponpes Al Ikhsan Pekanbaru. Dengan semburan yang masih terjadi, apakah berpotensi seperti Lapindo?

WowKeren - Beberapa waktu lalu sebuah fenomena alam mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School Kampus 2 di Pekanbaru, Riau. Pasalnya ketika berusaha mengebor sumur air, malah gas dan lumpur yang menyembur, yang kekinian dilaporkan diameter lubang semburannya malah semakin melebar.

Kendati demikian, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Riau, Indra Agus Lukman, menegaskan bahwa tinggi semburannya sudah berkurang drastis. "Diameter lubang memang bertambah besar menjadi 6 meter," jelas Indra, Minggu (7/2).

"Karena tekstur tanah yang di atas itu, ketika da agas dan air yang bergejolak otomatis akan berpengaruh. Cuma, dari tinggi semburan gas sudah turun drastis," terang Indra melanjutkan, dilansir dari Kompas, Senin (8/2).

Tak hanya itu, menurut Indra, indikator Lower Explosive Limit (LEL) sudah mendekati nol. Dengan demikian, lokasi tersebut sudah hampir tidak berpotensi mengalami ledakan. Hanya saja kadar H2S atau kandungan racun pada gas yang disemburkan sejauh ini tidak berkurang.


"Kita tetap harus waspada. Pengukuran kita tadi siang nol. Tapi kadang ada, yang berarti masih ada pergerakan di bawah," tutur Indra.

Lantas dengan situasi ini, apakah semburan gas di Ponpes Al Ikhsan berpotensi seperti Lumpur Lapindo? Indra memang tak menjelaskan, namun besar harapan agar fenomena alam tersebut segera berhenti sehingga santri-santri bersangkutan bisa segera kembali.

Pasalnya saat ini sebanyak 34 santri diungsikan, begitu pula sejumlah bangunan ponpes yang dilaporkan mengalami kerusakan. Dilansir dari Antara, aparat gabungan TNI/Polri serta Pemerintah Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru saat ini menutup lokasi semburan gas tersebut.

"Penutupan itu dilakukan dengan pemasangan garis polisi yang diperluas hingga pintu masuk gerbang pesantren. Sebelumnya garis polisi terpasang hanya di sekitaran sumur yang menyemburkan gas dan lumpur itu," kata Kapolsek Tenayan Raya, AKP Manapar Situmeang.

Sebelumnya, dijelaskan Lurah Tuah Negeri Syarifudin, gas menyembur ketika dilakukan pengeboran mencapai kedalaman 119 meter, seperti dikutip dari Kompas. "Menurut kajian dari DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan), ini semburan gas. Semburan gas ini terjadi ketika dilakukan pengeboran sumur bor," paparnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait