Pfizer menyatakan kesanggupan untuk mengirimkan vaksin virus corona ke titik vaksinasi di Afrika Selatan. Hal ini setelah Afsel menyatakan tak akan menggunakan lagi vaksin milik AstraZeneca.
- Nidya Putri
- Kamis, 11 Februari 2021 - 10:28 WIB
WowKeren - Afrika Selatan (Afsel) memutuskan untuk menghentikan program vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca. Pasalnya, vaksin buatan Inggris tersebut rupanya tak mampu untuk melawan mutasi virus corona asal Afsel.
Pfizer pun menyatakan kesanggupan untuk mengirimkan vaksin virus corona ke titik vaksinasi di Afrika Selatan. Perusahaan mengatakan telah mengalokasikan vaksin ke sana dan kini sedang dalam perjalanan.
"Kami memungkinkan untuk pengiriman langsung ke titik vaksinasi dalam kargo untuk mempertahankan suhu rendah yang diperlukan hingga 10 hari," kata Pfizer dilansir dari Reuters, Kamis (11/2). Selain Pfizer, Pemerintah Afrika Selatan diketahui saat ini juga berusaha menjajaki pembelian vaksin dengan Moderna, Sputnik V, dan Sinopharm setelah tingkat efikasi AstraZeneca dinyatakan rendah menghadapi mutasi COVID-19.
Sebelumnya diketahui jika vaksin AstraZeneca tidak mempan untuk pasien infeksi varian COVID-19 501Y.V2 yang mengalami gejala ringan hingga sedang. Menurut pimpinan tim pengawas vaksinasi AstraZeneca di Afrika Selatan, Prof. Shabir Madhi, data tentang kemanjuran vaksin itu berdasarkan pada kenyataan. Dia mengatakan hal itu membuat kita harus meninjau ulang harapan tentang keampuhan vaksin COVID-19.
Menkes Afrika Selatan, Zweli Mkhize pun mengatakan pemerintah saat ini masih berunding terkait dengan hasil uji vaksin itu yang menunjukkan tingkat efikasi yang hanya mencapai sepuluh persen terhadap varian virus mutasi. Pihaknya berencana untuk menjual lagi vaksin AstraZeneca yang sudah dibeli.
Meski begitu, AstraZeneca menyatakan tetap meyakini vaksin mereka ampuh terhadap COVID-19 dan mulai beradaptasi dengan varian 501y.V2. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meyakinkan bahwa vaksin buatan Inggris tersebut dapat mencegah kasus penyakit yang parah pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.
(wk/nidy)