Kementerian Luar Negeri Tiongkok lantas menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) perlu mengikuti langkah negaranya dan mengizinkan WHO menyelidiki asal-usul COVID-19 di Negeri Paman Sam.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 11 Februari 2021 - 13:32 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyelesaikan penyelidikan virus corona di Wuhan, Tiongkok. Berdasarkan penyelidikan tersebut, WHO tak bisa menemukan bukti jika virus SARS-CoV-2 muncul di Wuhan sebelum Desember 2019. Dengan kata lain, isu soal virus corona bocor dari laboratorium di Wuhan juga dibantah WHO.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok lantas menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) perlu mengikuti langkah negaranya dan mengizinkan WHO menyelidiki asal-usul COVID-19 di Negeri Paman Sam. Pernyataan tersebut disampaikan usai AS mengaku akan memverifikasi temuan WHO di Tiongkok.
"Ada juga sejumlah petunjuk, laporan, dan studi yang menunjukkan wabah dimulai di beberapa lokasi di seluruh dunia pada paruh kedua tahun 2019, dan beberapa laporan mengatakan virus corona mungkin telah ada di Amerika Serikat sebelum kasus COVID-19 pertama dikonfirmasi di negara tersebut," ujar Juru Bicara Kemlu Tiongkok, Wang Wenbin, Rabu (10/2). "Kami berharap pihak AS akan mengadopsi sikap terbuka dan transparan yang sama seperti Tiongkok dan mengundang pakar WHO untuk melakukan studi penelusuran asal usul (COVID-19) di Amerika Serikat."
Wang Wenbin juga menjelaskan bahwa pakar Tiongkok dan WHO telah memberikan arahan terperinci mengenai hasil kerjasama penelusuran asal-usul COVID-19 tersebut dalam konferensi pers pada Selasa (9/2). Penelusuran itu disebut memberikan petunjuk penting untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang virus corona, bagaimana memerangi pandemi dengan lebih baik dan menjaga terhadap risiko di masa depan, serta menetapkan landasan demi upaya global dalam penelusuran asal-usul COVID-19 ke depannya.
"Seperti yang telah disampaikan Profesor Liang Wannian, Kepala Pihak Tiongkok, kerjasama penelusuran asal-usul ini adalah bagian Tiongkok dari studi penelusuran asal-usul (COVID-19) global yang diselenggarakan WHO," papar Wang Wenbin. "Kami berharap negara-negara terkait juga mengadopsi sikap ilmiah, secara aktif mengambil bagian dalam upaya penelusuran asal-usul global, berbagi dan bertukar hasil studi, serta bersama-sama melakukan upaya positif untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat di semua negara."
Saat ditanya mengenai kemungkinan Tiongkok kembali mengizinkan misi WHO ke Negeri Tirai Bambu tersebut untuk menyelidiki asal-usul virus corona, Wang Wenbin menyinggung kontribusi negara lain. Menurut Wang Wenbin, Tiongkok sudah berkomunikasi erat dengan WHO secara terbuka dan transparan.
"Ada lebih banyak laporan internasional bahwa virus dan epidemi merebak di banyak tempat di dunia pada paruh kedua tahun 2019, menunjukkan kebutuhan dan urgensi bagi WHO untuk melakukan kunjungan serupa ke negara dan wilayah lain," jawab Wang Wenbin. "Kami juga berharap bahwa mengikuti teladan Tiongkok, pihak-pihak terkait akan bertindak secara positif, berbasis ilmu pengetahuan dan kooperatif dalam masalah penelusuran asal usul, mengundang pakar WHO untuk studi penelusuran asal-usul dan memberikan kontribusi pada kerja sama internasional dalam memerangi pandemi dan membangun komunitas kesehatan global untuk semua."
(wk/Bert)