Senat memutuskan untuk membebaskan Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sidang pemakzulan atas tuduhan menghasut pemberontakan di Gedung Capitol Hill, pada 6 Januari 2021.
- Nidya Putri
- Minggu, 14 Februari 2021 - 21:35 WIB
WowKeren - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali lolos dalam sidang pemakzulan keduanya, pada Sabtu (13/2) waktu setempat. Senat membebaskan Trump dalam sidang pemakzulan atas tuduhan menghasut pemberontakan di Gedung Capitol Hill, pada 6 Januari 2021 lalu.
Dalam pemungutan suara, sebanyak 57 suara senat sepakat menyatakan Trump bersalah, dan 43 senat menyatakan Trump tidak bersalah. Namun hasil voting tersebut tak bisa menjatuhkan hukuman pada Trump karena tidak memenuhi syarat 2/3 suara, atau dibutuhkan 67 senat untuk bisa memakzulkan Trump.
Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell memberikan kritik pedas atas tindakan Trump di Senat setelah pemungutan suara. Tetapi McConnell mengatakan dia memilih untuk membebaskan Trump dari hukuman karena dia tidak percaya menghukum mantan presiden itu konstitusional.
"Keputusan Senat hari ini tidak membenarkan apapun yang terjadi pada atau sebelum hari yang mengerikan itu," kata McConnel dilansir dari CNN, Minggu (14/2). "Ini hanya menunjukkan bahwa senator melakukan apa yang gagal dilakukan Presiden sebelumnya. Kami mengutamakan tugas konstitusional kami."
Pengacara Trump, Michael van der Veen membenarkan bahwa Trump dibebaskan dri segala tuntutannya melalui pemungutan suara Senat. "Dia mendapatkan hari yang baik di persidangan hari ini. Dia dinyatakan tidak bersalah," katanya.
Pada sidang pemakzulan kali ini, sebanyak 7 orang senator partai republik bergabung dengan 50 suara senat dari Partai Demokrat setuju ikut memakzulkan Trump. Hal ini menandai perbedaan mencolok dari sidang pemakzulan Trump yang pertama.
Apabila pada sidang pemakzulan yang pertama hanya satu senator Republik, Mitt Romney dari Utah yang memutuskan Trump bersalah. Senat Partai Republik lainnya mendukung Trump.
Namun, pada sidang pemakzulan yang kedua, selain Romney ada 6 orang lainnya mendukung Trump dihukum. Di antaranya Senator Partai Republik Richard Burr dari Carolina Utara, Bill Cassidy dari Louisiana, Susan Collins dari Maine, Lisa Murkowski dari Alaska, Ben Sasse dari Nebraska, Pat Toomey dari Pennsylvania.
"Seperti yang saya katakan pada 6 Januari, Presiden memikul tanggung jawab atas peristiwa-peristiwa tragis ini. Buktinya meyakinkan bahwa Presiden Trump bersalah karena menghasut pemberontakan terhadap cabang pemerintah yang sederajat dan bahwa tuduhan tersebut naik ke tingkat Kejahatan dan Pelanggaran yang tinggi," kata Richard Burr dalam keterangannya. "Karena itu, saya telah memilih untuk menghukum."
(wk/nidy)