Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menanggapi rencana Bank Indonesia (BI) untuk mengembangkan mata uang rupiah digital resmi.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 26 Februari 2021 - 11:20 WIB
WowKeren - Bank Indonesia (BI) berencana untuk mengembangkan mata uang rupiah digital resmi. Rencana ini hadir di tengah maraknya jenis cryptocurrency yang masuk ke Indonesia.
Terkait cryptocurrency, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa berdasarkan UUD 1945, Indonesia hanya memiliki satu mata uang, yakni rupiah. Perry juga mengungkapkan bahwa sejak awal munculnya bitcoin di Indonesia, sudah ditegaskan bahwa cryptocurrency tak boleh dijadikan alat pembayaran di Indonesia.
BI juga disebut tengah dalam proses perumusan central bank digital currency. Selain itu, BI tengah menjalin kerjasama dengan bank sentral di negara lainnya dalam menyusun dan mengeluarkan rupiah digital tersebut.
Menanggapi rencana BI tersebut, pihak pengusaha rupanya memberikan sambutan baik. Pengusaha menilai transaksi kegiatan ekonomi akan lebih mudah dan efisien dengan rupiah digital tersebut.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, rencana BI menerbitkan rupiah digital patut didukung. Pasalnya, akan ada banyak hal yang bisa dioptimalkan dengan rupiah digital.
Hariyadi menilai peredaran uang bisa lebih terkontrol lantaran seluruh transaksi masuk di dalam big data. Rupiah digital ini juga disebutnya berbeda dari bitcoin yang cara penghitungannya dinilai abstrak.
"Jadi memang kelihatannya tren ke arah digital bagus. Apalagi dengan mata uang didigitalkan ini underlying-nya jelas, yakni mata yang yang di digitalkan. Beda sama bitcoin, itu sangat abstrak bagaimana menghitungnya," terang Hariyadi kepada media CNBC Indonesia pada Kamis (25/2). "Dengan rupiah ini akan menjadi lebih solid, bagus, dan membuat ekonomi kita menjadi lebih efisien karena sudah cashless nantinya, karena uangnya sudah digital."
Namun, Hariyadi menyebut bahwa peta jalan menuju rupiah digital dan tahapannya harus dibuat terlebih dahulu. Ia juga mengusulkan agar rupiah digital nantinya diparalelkan dengan rencana penyederhanaan nilai rupiah atau redenominasi, asal dilakukan saat ekonomi sedang stabil demi menghindari lonjakan inflasi.
"Bisa bareng redenominasi dengan digitalkan uang," tutur Hariyadi. "Sebenarnya kalau melakukan digitalisasi rupiah perlu persiapan dalam arti kata perlu dibuat tahapan. Sebenarnya bisa barengan, bisa juga sendiri-sendiri, mana yang siap aja."
(wk/Bert)