Heboh Batu Nisan Bermasker, Ingatkan Masyarakat Ancaman Pandemi COVID-19 Belum Berakhir
Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Sebuah foto yang menampilkan papan nisan yang dipasangi masker berwarna putih mendadak viral di media sosial Twitter. Foto itu seakan menandakan bahwa yang dimakamkan adalah salah satu korban pandemi COVID-19.

WowKeren - Penampakan papan nisan di sebuah lokasi pemakaman menjadi viral di media sosial. Pasalnya, selain tertera nama jenazah yang dikebumikan, nisan itu juga dipasangi masker berwarna putih.

Penampakan tersebut seakan menandakan bahwa yang dimakamkan adalah salah satu korban pandemi COVID-19. Foto yang menunjukkan nisan tersebut diunggah oleh akun @corneliayurisa di Twitter.

"Tadi pas ziarah ke makam saudara, tiba2 ngeliat makam yang ada maskernya gini. Ngeliatnya bikin sedih banget. Selalu jaga orang yang kita sayang dan sehat terus ya temen2!" cuit sang pemilik akun.

Heboh Batu Nisan Bermasker, Ingatkan Masyarakat Ancaman Pandemi COVID-19 Belum Berakhir

Twitter/corneliayurisa

Sontak saja foto yang diunggah pada Jumat (26/2) lalu itu dibanjiri oleh beragam komentar netizen. Tak sedikit yang mengenang sanak saudaranya yang telah meninggal akibat virus corona usai melihat postingan tersebut.


"Jadi keinget pakdeku yang meninggal 9 februari kemarin lalu budeku nyusul meninggal 12 Februari, dua duanya dimakamkan dengan protokol covid, Ya Allah sampe saiki rasane sek mbekas...," tulis @ri***w.

"Jadi inget pakde ku meninggal 3 hari yg lalu, sekeluarga covid tp lebih milih isolasi mandiri. Sebelumnya udh di bawa ke rs sebelum tau kl covid tp minta pulang. Warga Ga ada yg berani masuk krn didalem covid semua jd pihak rw tlp ambulan. Meninggalnya krn sesek," sahut @In***ef.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, sempat menyinggung soal tingkat kepatuhan memakai masker para warga. Seperti pada penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terjadi peningkatan drastis dari segi kepatuhan memakai masker.

Namun, adanya peningkatan ini tak serta merta terjadi. Nyatanya, hal ini tak lepas dari upaya pengawasan yang lebih ketat di lingkup yang lebih kecil. Karena itulah Wiku mendorong posko di daerah-daerah skala mikro bisa lebih aktif dalam mengawasi masyarakat, termasuk dari segi tingkat kepatuhan memakai masker.

Selain itu, pemberlakuan sanksi denda kepada para pelanggar protokol kesehatan juga dapat mempengaruhi angka tersebut. Di Indonesia sendiri meski berbagai imbauan dilakukan, masih banyak yang melanggar karena memang tidak ada sanksi atau denda bagi yang melanggar.

Semoga dengan adanya "nisan bermasker" menjadi pengingat bagi siapa pun bahwa pandemi ini ancaman nyata bagi kehidupan. Dia tidak memandang siapa pun, jabatan apapun, status sosial apapun.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts