Pendiri Demokrat Siapkan KLB, Moeldoko Paling Dijagokan Jadi Ketum
Twitter/Dr_Moeldoko
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Menurut salah satu pendiri Demokrat, Darmizal, banyak kader yang ingin Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko maju menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum.

WowKeren - Para pendiri Partai Demokrat berencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengganti kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut salah satu pendiri Demokrat, Darmizal, ada beberapa nama yang akan diajukan menggantikan AHY sebagai Ketum Partai, salah satunya adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Darmizal mengaku banyak kader Demokrat yang ingin Moeldoko maju menggantikan AHY sebagai Ketum. Selain Moeldoko, nama tokoh lain seperti Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor juga diwacanakan sebagai calon pengganti AHY.

"Beberapa nama muncul diwacanakan para kader pemilik suara, antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono, Ridwal Kamil Gubernur Jabar, Pak Isran Noor, Gubernur Kaltim. Ada juga Hasnaeni yang sudah jadi Ketum Partai Emas," terang Darmizal kepada awak media pada (1/3). "Terbanyak adalah permintaan atas Pak Moeldoko."

Lebih lanjut, Darmizal menyebutkan bahwa pihak panitia akan mempersiapkan KLB tersebut secara baik dan benar. "Namun dinamika masih berkembang, pastinya tentu akan menjadi tugas panitia kongres untuk menetapkan sesuai mekanisme kongres yang baik dan benar," kata Darmizal.


Adapun KLB sendiri dinilai Darmizal sebagai solusi terbaik demi menyelamatkan Demokrat. Darmizal juga mengaku KLB tersebut akan menetapkan Ketum Demokrat sesuai aspirasi yang berkembang.

"Penetapan sesuai aspirasi yang berkembang di arena kongres. Heboh yang ada diberbagai media mainstream dan media sosial hanyalah bunga-bunga jelang KLB berlangsung," papar Darmizal. "Yang pasti bahwa KLB adalah solusi terbaik untuk menyelamatkan Partai Demokrat dan melepaskan para kader dari belenggu tirani politik dinasti. Melepaskan para kader dari kewajiban menyetorkan iuran setiap bulan yang sangat memberatkan."

Sementara itu, salah satu pendiri Demokrat, Hencky Luntungan, sebelumnya mengaku sudah ada 80 persen pengurus partai di daerah mendukung digelarnya KLB. Oleh sebab itu, Hencky menilai pihaknya sudah mendapat dukungan yang cukup untuk menggelar KLB Demokrat tanpa harus mendapat persetujuan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini kan bukan dinasti. Ini kan partai terbuka. Jadi dia setuju atau tidak setuju ketika konstituen DPC DPD yang punya suara ingin mengadakan KLB, ya jalan," kata Hencky. "Enggak perlu ada persetujuan dia. Dia kan cuma satu suara."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts