Bukan Saat Setahun Wabah, Mutasi Corona Inggris Ternyata Masuk RI Sejak Beberapa Pekan Lalu
Pixabay
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Temuan kasus mutasi virus Corona dari Inggris diumumkan tepat saat setahun wabah melanda. Namun belakangan terungkap mutasi ini sudah masuk Indonesia sejak beberapa pekan lalu.

WowKeren - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengumumkan temuan kasus COVID-19 dari virus yang telah bermutasi jenis B117. Mutasi B117 sendiri awam ditemui di Inggris dan disebut memiliki daya tular yang jauh lebih berbahaya ketimbang strain lain.

Dalam pernyataannya, Dante menyebut kasus ini baru ditemukan pada Senin (1/3) malam. Namun ternyata pengakuan berbeda disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang menyebut virus Corona mutasi B117 itu masuk ke Indonesia sejak pertengahan Januari 2021.

"Memang yang Pak Wamen sampaikan betul," ujar Budi Gunadi dalam sebuah dialog di televisi, Rabu (3/3). "Dari Saudi Arabia di pertengahan Januari yang memiliki jenis baru ini."

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio di "NEWSMAKER SPESIAL: Refleksi 1 Tahun COVID-19" yang ditayangkan di YouTube medcom id, Selasa (2/3). Amin menyebut virus Corona hasil mutasi ini sudah ditemukan sejak beberapa pekan lalu.

"Ya memang baru tadi malam itu dideteksi. Kasusnya itu sebenarnya impor ya, datangnya bukan tadi malam. Datangnya beberapa minggu yang lalu tetapi karena berbagai prosedur makanya baru terdeteksi ada 2 kasus," jelas Amin, dikutip pada Rabu (3/3).


Tentu menjadi pertanyaan besar, mengapa diperlukan waktu yang cukup lama untuk kemudian kasus tersebut diumumkan kepada publik? Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito hanya menjelaskan bahwa otoritas fokus menyiapkan sistem barier berlapis untuk mencegah virus menular lebih jauh.

"Terkait kasus ini, pada intinya Indonesia telah membuat sistem barier berlapis-lapis," terang Wiku. "Dan jika memang ada kasus varian baru tersebut maka petugas di lapangan segera mengisolasi."

Wiku pun malah balik menyerahkan perihal terlambatnya pengumuman temuan mutasi COVID-19 ini kepada LBM Eijkman. "Untuk detailnya akan disampaikan segera secara transparan khususnya oleh LBM Eikjman yang mengkoordinir pelaksanaan Whole Genome Sequencing di Indonesia," kata Wiku.

LBM Eijkman sendiri belum memberikan pernyataan lebih lanjut. Hanya saja dalam diskusi virtual sebelumnya, Prof Amin sudah menegaskan bahwa pihak-pihak terkait telah menyiapkan tim untuk melacak mutasi virus ini.

"Sejak beberapa minggu lalu kami, dalam artian Kementerian Ristek dan Litbangkes Kemenkes, itu sudah membentuk satu tim untuk memperkuat molecular surveillance. Untuk mencari mutan yang baru atau varian (baru) dari Inggris dan lain-lainnya, seperti Brasil, Afrika Selatan, dan sebagainya," tutur Amin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts