Mutasi Corona Inggris B117 Cepat Menular, Kemenkes Sebut Tak Perparah Kondisi Pasien
pexels.com/Keira Burton
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi menyebutkan tak ada temuan terkait korelasi mutasi virus corona Inggris (B117) yang menyebar dengan cepat itu bisa memperparah kondisi pasien COVID-19.

WowKeren - Mutasi virus corona Inggris (B117) telah masuk ke Indonesia. Hal ini tentunya menuai kekhawatiran dari sejumlah pihak.<./p>

Pasalnya, mutasi virus corona ini diketahui lebih menular dibanding virus corona SARS-CoV-2. Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim bahwa varian B117 tidak mengakibatkan kondisi buruk pada pasien.

"Orang yang terinfeksi varian ini tentunya dapat menularkan katanya dalam jumlah yang besar," kata Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi dalam acara 'Sehat Wicara' yang disiarkan secara daring, Jumat (5/3). "Tapi kecepatan penularan mutasi ini tidak menyebabkan kondisi pasien menjadi berat."

Oscar pun meminta agar seluruh masyarakat tak perlu lagi khawatir berlebihan terhadap eksistensi varian Virus Corona itu. Namun demikian, ia tetap meminta masyarakat untuk tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19.


Ia juga berharap agar mutasi virus corona asal Inggris ini tidak mempengaruhi efektivitas kerja vaksin yang ada saat ini. "Saya harap sampai saat ini memang belum ada pengaruh efektivitas kerjanya vaksin terhadap virus ini. Hal-hal kekhawatiran yang berlebihan membuat resah kita semua," jelasnya.

Lebih lanjut, Oscar juga menjelaskan pemerintah akan terus berupaya dalam mengembangkan penelitian dan riset serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional dengan metode Whole Genome Sequence (WGS). "Kami tentunya terus berupaya mengembangkan penelitian, riset, bersama-sama dengan badan Litbangkes, riset nasional, dan juga berkomunikasi dengan badan-badan kesehatan dunia sesama negara ASEAN," pungkasnya.

Senada, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunadi juga menyebutkan jika tidak ada kaitan varian B117 dengan tingkat keparahan pasien COVID-19. "Riset terbaru menunjukkan bahwa varian ini meningkatkan risiko derajat berat pasien. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi," ujarnya dalam keterangan yang ditulis, Kamis (4/3).

Ia juga menepis isu yang menyebutkan jika varian B117 kebal terhadap vaksin yang tersedia. Berdasarkan data riset, varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin. "Data riset menunjukkan bahwa varian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efikasi vaksin yang sudah beredar, Pfizer, Moderna, AstraZeneca, maupun Sinovac," pungkasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts