Sebelumnya pakar kesehatan sudah berkali-kali mengingatkan publik akan bahaya 'Long Covid', dampak berkepanjangan yang dirasakan oleh pasien sembuh infeksi virus Corona.
- Elvariza Opita
- Rabu, 10 Maret 2021 - 10:58 WIB
WowKeren - Sembuh dari COVID-19 sejatinya masih menyisakan sejumlah "masalah" ikutan, termasuk fenomena Long Covid. Fenomena ini bahkan masih dirasakan oleh pasien 02 COVID-19 di Indonesia, bahkan setahun setelah ia dikonfirmasi terinfeksi penyakit itu.
Karena itulah, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak Long Covid itu. Dampak ini sendiri, menurut Wiku, adalah bagi para penyintas COVID-19 yang tetap merasakan gejala bahkan beberapa minggu setelah dinyatakan pulih.
"Inilah yang disebut sebagai Long Covid," tutur Wiku, Selasa (9/3). Kendati demikian, Wiku memastikan mereka yang merasakan Long Covid tak lagi bisa menularkan gejala atau virus Corona kepada orang lain.
Lantas gejala apa saja yang diwaspadai sebagai bagian dari Long Covid? Gejala yang biasa tampak meliputi kelelahan, kesulitan bernapas, batuk, sakit persendian, sakit dada, kesulitan berpikir dan berkonsentrasi, depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam, dan juga jantung berdebar.
Selain itu, bisa ditemukan komplikasi medis yang menyebabkan masalah kesehatan berkepanjangan para beberapa penyintas COVID-19. Beberapa di antaranya termasuk masalah jantung, paru-paru, kerusakan ginjal akut, gatal-gatal, rambut rontok, sampai masalah pada indra penciuman dan perasa.
Yang menjadikan Long Covid harus lebih diwaspadai adalah bahwa bisa dialami oleh penyintas COVID-19 dari berbagai kelompok. Baik dari mereka yang bergejala ringan, berusia muda, bahkan sampai anak-anak yang tidak memiliki komorbid sangat berpotensi mengalami Long Covid.
"Saya harapkan dengan adanya temuan ini masyarakat dapat lebih waspada," tegas Wiku. "Dampak negatif pada kesehatan ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang menderita komorbid, tapi juga oleh mereka yang berumur cukup muda bahkan tidak menderita komorbid apapun."
Pada awal Maret kemarin, pasien 02 COVID-19 atas nama Maria Darmaningsih mengaku masih mengalami dampak jangka panjang dari infeksi saluran pernapasan tersebut. Maria mengaku mengalami sejumlah gejala yang sudah disebutkan di atas, seperti sulit berkonsentrasi sehingga perlu waktu untuk mengingat kembali memori masa silamnya.
(wk/elva)