Padahal penyuntikan vaksin COVID-19 hingga 2 dosis diharapkan mampu memicu antibodi yang maksimal dalam menangkal virus. Namun ternyata risiko terpapar itu masih ada.
- Elvariza Opita
- Rabu, 10 Maret 2021 - 14:01 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengabarkan Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, ditambah dengan sejumlah pejabat daerah setempat, dikonfirmasi positif COVID-19. Yang menjadikan kabar itu pusat perhatian adalah fakta bahwa mereka telah menerima dosis kedua vaksin COVID-19.
Dan kini hal serupa kembali terjadi pada Sekretaris Daerah Bandung, Ema Sumarna, yang dilaporkan positif COVID-19. Padahal Ema sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19 Sinovac.
"Iya, betul (positif COVID-19)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bandung, Ahyani Raksanagara, membenarkan kabar yang beredar, Rabu (10/3). Kendati demikian, Ahyani tak membeberkan detail bagaimana kronologi Ema bisa sampai terpapar COVID-19 maupun kondisinya saat ini, apakah dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.
Ema diketahui menerima vaksin COVID-19 bersama sejumlah tokoh publik seperti Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya hingga Ariel NOAH dan Risa Saraswati. Sedangkan Wali Kota Bandung Oded M Danial serta wakilnya, Yana Mulyana, tak ikut menerima vaksin karena berstatus sebagai pasien sembuh COVID-19 alias penyintas.
Sebelumnya Ridwan Kamil sempat mengabarkan soal Bupati Ciamis dan wakilnya yang positif COVID-19 walau sudah 2 kali divaksin. "Bupati dan Wakil Bupati Ciamis sekarang kena COVID, Ciamis lagi banyak. Walaupun sudah disuntik dua kali," ujar Kang Emil, demikian biasa ia disapa, Rabu (3/3).
Perihal terjadinya situasi ini, mengutip Kumparan, idealnya antibodi akibat vaksin COVID-19 memang baru terbentuk sekitar 28 hari setelah suntikan kedua. Namun menerima vaksin ini bukan berarti 100 persen kebal terhadap COVID-19, melainkan tetap berisiko terpapar hanya diyakini tidak akan jatuh ke keadaan yang lebih berat.
Sementara menurut pengakuan Emil, merujuk pada pengalamannya yang sudah menerima vaksin COVID-19 terlebih dahulu lewat program uji klinis, antibodi baru terbentuk sepenuhnya sekitar 3 bulan pasca penyuntikan dosis kedua. Kendati demikian, Emil mendorong masyarakat untuk tidak meragukan vaksin COVID-19. "Lihat Ridwan Kamil saja, kira-kira begitu. Saya sudah divaksin, saya sudah melewati tiga bulan dari suntikan kedua, badan sehat, alhamdulillah," pungkasnya.
(wk/elva)