Penggagas KLB Nangis Sesali 'Jasanya' Menangkan SBY, Demokrat: Bukan Sinetron Korea Ini
Instagram/akudemokrat
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Kepala Bamkostra Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, justru menyindir balik salah satu penggagas Kongres Luar Biasa (KLB), Darmizal, yang pernah menjadi relawan Jokowi pada 2019 lalu.

WowKeren - Salah satu penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sumatera Utara, Darmizal, mengaku menyesal pernah membantu memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketum Demokrat. Hal tersebut diungkapkan Darmizal sembari menangis.

"Saya sangat menyesal pernah menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih pada kongres 2015 di Surabaya," ungkap Darmizal pada Selasa (9/3). "Hari ini saya kepada seluruh DPC, seluruh DPD Partai Demokrat, minta maaf, saya menyesal, saya enggak tahu kalau akan lahir rezim diktator ini."

Menanggapi penyesalan Darmizal, Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono pun angkat bicara. Kepala Bamkostra Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyindir penyesalan tersebut bak drama Korea.

"Mantan kader jangan baper. Bukan sinetron korea ini. Jangan buat drama," kata Herzaky, Rabu (10/3). "Seakan-akan paling punya jasa dan paling peduli terhadap partai ini."

Lebih lanjut, Herzaky menyindir balik Darmizal yang sempat menjadi relawan Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019. Padahal dalam Pileg 2019 kala itu, tutur Herzaky, elektoral Demokrat sedang terjatuh.


"Pas kami butuh bantuan di Pileg 2019, pas survei PD lagi jatuh-jatuhnya, sekitar 3-4 persen, dengan ancaman gagal electoral threshold, Darmizal malah kabur menjadi relawan Jokowi," ungkap Herzaky. "Begini sikap seorang kader setia dan militan? Kalau sudah berkhianat sebelumnya, tak heran kalau kemudian berkhianat lagi dengan membawa-bawa orang luar untuk dijadikan ketua umum dalam KLB dagelan yang tidak sah dan tidak dihadiri pemilik suara."

Selain itu, Herzaky juga ragu ada kader Demokrat yang curhat kepada Darmizal. Pasalnya, tutur Herzaky, Darmizal telah lama tak aktif di partai.

"Mana mungkin teman-teman pemilik suara curhat ke Darmizal? Dari dulu juga Darmizal bukan siapa-siapa di Partai Demokrat. Apalagi ngaku-ngaku berjasa dorong Pak SBY jadi Ketum Demokrat," jelasnya. "Kader-kader senior yang tahu tindak-tanduk Darmizal di zaman dulu, hanya bisa geleng-geleng dan mengelus dada aja dengar bualan Darmizal. Sekarang saja, hanya karena dekat dengan oknum kekuasaan, seakan-akan seperti orang yang peduli Partai Demokrat."

Selain itu, Herzaky juga menegaskan bahwa DPP Demokrat tak pernah mengeluarkan aturan yang mewajibkan DPD-DPC untuk memberi setoran. Menurut Herzaky, Ketum AHY justru membangkitkan semangat kader.

"Jangan mengada-ada. DPP di bawah AHY tidak pernah mengeluarkan aturan setoran DPD-DPC. Itulah nyanyian sumbang mantan kader yang sudah dipecat," pungkasnya. "Yang ada itu, Ketum AHY mengembangkan semangat solidaritas sosial, agar para kader di berbagai tingkatan secara swadaya membantu masyarakat terdampak pandemi dan bencana di sekeliling mereka."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts