Bharaka Zainal Abidin alias Asep hilang pasca tsunami besar yang menerjang Aceh pada 2004 silam dan dianggap anumerta. Namun kini viral sosok pasien RSJ Banda Aceh yang diduga sosoknya.
- Elvariza Opita
- Kamis, 18 Maret 2021 - 12:07 WIB
WowKeren - Bencana tsunami yang menerjang Aceh pada Desember 2004 silam jelas masih menempel erat di benak masyarakat Indonesia. Jumlah korban jiwa hingga mereka yang hilang dan dianggap sudah tiada benar-benar banyak.
Salah satu yang dianggap telah wafat karena tak ditemukan pasca tsunami besar itu adalah Bharaka Zainal Abidin alias Asep. Kala itu Asep yang merupakan salah satu bagian dari pasukan Bantuan Keamanan Operasional (BKO) Brimob Resimen II Kedunghalang Bogor ditugaskan di Poskotis Brimob Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Tak disangka, posko tempat Asep bertugas ikut disapu oleh gelombang besar tsunami yang terjadi. Asep yang tak ditemukan jenazahnya pun dianggap hilang dan disematkan gelar Abrip Anumerta Asep.
Namun siapa mengira bila hampir 17 tahun kemudian sosok diduga Asep malah ditemukan di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Pertemuan dengan Asep ini menjadi viral di media sosial sejak Rabu (17/3).
Kejadian viral ini pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy. Menurutnya informasi mengenai pasien RSJ yang diduga Bharaka Asep berawal dari pesan yang beredar di grup WhatsApp personel Polri.
Polda Aceh lantas melakukan kroscek ke RSJ Banda Aceh. Rupanya pasien yang diduga Bharaka Asep ini telah dirawat sejak 2009 dan sempat coba dikembalikan ke masyarakat asal tempat tinggalnya namun ditolak.
"Informasi yang didapat dari pihak RSJ, pasien yang diduga Bharaka Zainal Abidin alias Asep mulai dirawat di Rumah Sakit itu sejak tahun 2009 lalu," ujar Winardy melalui keterangan tertulisnya kepada Kompas. "Dan (pihak rumah sakit) sempat mengantar kembali ke Desa Fajar, Kecamatan Sampoinet, Aceh Jaya, tapi warga setempat tidak mau menerimanya, sehingga akhirnya dibawa kembali ke RSJ Banda Aceh."
Saat ini Polda Aceh pun akan mengonfirmasi soal kebenaran identitas pasien diduga Bharaka Asep itu. Yakni dengan menemui pihak keluarga yang bersangkutan di Jawa Barat serta berkoordinasi lebih lanjut dengan kesatuan dinasnya. "Selanjutnya kepada pasien ini juga akan dilakukan tes DNA, sidik jari, dan pengenalan tanda lahir lainnya," tutur Winardy.
(wk/elva)