Menurut Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, perbaikan perkembangan corona di Jawa dan Bali ini sejalan dengan pelaksanaan PPKM serta PPKM Mikro yang telah berjalan sejak 11 Januari hingga sekarang.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 19 Maret 2021 - 09:46 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa perkembangan kasus virus corona di Pulau Jawa dan Bali telah perbaikan secara umum. Buktinya dapat dilihat dari provinsi-provinsi yang menyumbang kenaikan kasus positif COVID-19 dan kasus kematian tertinggi.
"Perkembangan kasus di Pulau Jawa dan Bali secara umum menunjukkan perbaikan," tutur Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers pada Kamis (18/3). "Melihat kontribusi kasus positif dan meninggal tidak lagi didominasi oleh provinsi dari Pulau Jawa dan Bali."
Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 14 Maret 2021, provinsi yang menyumbang kenaikan kasus positif tertinggi adalah Banten, Papua, Maluku Utara, Gorontalo, dan Bangka Belitung. Kemudian provinsi yang menyumbang kenaikan kasus kematian tertinggi adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.
"Tersisa provinsi Banten di lima provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi," ungkap Wiku. "Dan Jawa Tengah serta Jawa Barat di lima provinis dengan kenaikan kematian baru yang tertinggi."
Menurut Wiku, perbaikan perkembangan corona di Jawa dan Bali ini sejalan dengan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta PPKM Mikro di Pulau Jawa dan Bali yang telah berjalan sejak 11 Januari hingga sekarang. "Penanganan COVID-19 yang difokuskan pada tingkat terkecil ini dapat meningkatkan kualitas, sehingga kasus positif dan kematian dapat ditekan," papar Wiku.
Meski demikian, Wiku meminta agar daerah tidak lengah terkait penanganan COVID-19. Ia juga meminta para kepala daerah yang melaksanakan PPKM Mikro tapi masih berada di lima besar provinsi dengan kenaikan kasus positif dan kematian tertinggi pekan ini untuk terus memperbaiki upaya penanganannya.
"Dengan memaksimalkan peran posko dan Satgas daerahnya," terang Wiku. "Koordinasi dengan seluruh unsur daerah juga menjadi hal kunci untuk memperbaiki penanganan."
Wiku pun berharap agar di pekan berikutnya perbaikan yang signifikan dapat terlihat di daerah-daerah tersebut. Perpanjangan PPKM Mikro dan perluasan penerapannya ke beberapa provinsi di luar Jawa-Bali juga diharapkan dapat berdampak positif dan secara signifikan menurunkan kasus positif dan kematian baru di tingkat nasional.
(wk/Bert)