Melati Daeva mengungkap fakta soal penegakan protokol kesehatan COVID-19 di Inggris yang cukup berkaitan dengan alasan Indonesia harus didiskualifikasi dari All England 2021.
- Elvariza Opita
- Jumat, 19 Maret 2021 - 11:50 WIB
WowKeren - Polemik Tim Indonesia dipaksa berhenti berlaga di turnamen bulu tangkis Yonex All England 2021 memang masih menjadi pembahasan panas. Pihak penyelenggara menegaskan Tim Indonesia terpaksa didiskualifikasi demi penegakan protokol kesehatan COVID-19 lantaran pernah sepesawat dengan pasien positif.
Namun sebuah fakta mengejutkan diungkap oleh seorang atlet bulu tangkis Indonesia, Melati Daeva. Atlet ganda campuran yang berpasangan dengan Praveen Jordan itu mengungkap bahwa protokol kesehatan COVID-19 di Inggris bahkan tidak seketat di Thailand.
Melati memang membandingkan penegakan protokol kesehatan selama berlaga di Open Thailand beberapa waktu lalu dan kini di All England. Yang menjadi dasar kuat argumentasinya adalah tidak adanya isolasi sebelum pelaksanaan pertandingan sebagaimana di Thailand.
"Iya, sependapat, lebih longgar (protokol kesehatan di Inggris). Buktinya, ya, itu mereka enggak ada isolasi dulu sebelum pertandingan kayak di Thailand kemarin," papar Melati kepada Kumparan pada Kamis (18/3).
Diberitakan sebelumnya bahwa tim Indonesia dipaksa mundur setelah menerima notifikasi isolasi dari National Health Service (NHS) Inggris. Notifikasi ini diberikan lantaran berdasarkan tracing pihak NHS Inggris, tim Indonesia ternyata satu pesawat dengan pasien COVID-19 ketika melakukan perjalanan dari Istanbul Turki ke Birmingham.
Tim Indonesia pun diminta menjalani isolasi selama 10 hari dan otomatis harus mundur dari kejuaraan. Padahal sebelum putusan ini disampaikan, beberapa wakil Indonesia sudah berlaga di babak 32 besar dan menunjukkan performa yang baik seperti Jonatan Cristie, Hendra/Ahsan, dan Marcus/Kevin.
Belakangan banyak yang mengaitkan kebijakan ini dengan sikap diskriminatif dan terus membuahkan protes keras di media sosial. Protes pun tak berkurang bahkan setelah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menyatakan maaf atas apa yang dialami tim Indonesia dan memastikan sudah melakukan sedaya upaya agar ada pengecualian namun ditolak pihak Inggris.
"BWF dan Badminton England ingin mengklarifikasi bahwa keputusan untuk melaksanakan isolasi mandiri bagi Tim Indonesia serta rombongannya, dan sekarang Yigit selama 10 hari, dibuat secara independen oleh NHS Test and Trace," ujar BWF dalam rilis persnya. "Keputusan ini sesuai dengan syarat dan protokol COVID-19 dari pemerintah UK yang berlaku di perundang-undangan nasional, dan terpisah dari pedoman yang ditetapkan BWF dan prosedur standar operasional Badminton England untuk YONEX All England Open 2021."
(wk/elva)