Sebagai informasi, Manganang merupakan mantan anggota tim voli putri. Ia didiagnosis mengidap penyakit hipospadia, sehingga baru diketahui bahwa selama ini Manganang berjenis kelamin laki-laki.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 19 Maret 2021 - 14:37 WIB
WowKeren - Pengadilan Negeri Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, mengabulkan permohonan Serda Aprilia Manganang untuk mengganti status jenis kelaminnya dari perempuan menjadi laki-laki. Selain itu, majelis hakim juga mengabulkan pergantian nama dari Aprilia Santini Manganang menjadi Aprilio Perkasa Manganang.
"Mengabulkan seluruhnya permohonan Aprilia Santini Manganang," ujar hakim pada Jumat (19/3). "Menetapkan jenis kelamin pemohon Aprilia Santini Manganang semula berjenis kelamin perempuan menjadi jenis kelamin laki-laki. Menetapkan pergantian nama pemohon yang semula bernama Aprilia Santini Manganang menjadi Aprilio Perkasa Manganang."
Manganang sendiri turut mengikuti persidangan tersebut secara virtual di Mabes TNI AD. Ia tampak menangis mendengar putusan tersebut.
"Terima kasih hakim," tutur Manganang. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, dan istrinya, Hetty Andika Perkasa, tampak mendampingi Manganang dalam sidang tersebut.
Sebelumnya hakim mengumumkan putusannya, Manganang sempat menjelaskan bahwa dirinya saat ini dalam keadaan bahagia. Manganang juga menyampaikan terima kasih kepada Andika dan Hetty atas saran dan bantuan mereka.
"Perasaan sekarang sangat bahagia. Selama 28 tahun saya menjalani status sebagai wanita dan saya bersyukur saya bisa lewati itu," terang Manganang. "Dan saya berterima kasih kepada Bapak KSAD dan ibu, saya sangat bersyukur atas saran semuanya saya bisa lewati itu dan mungkin ini momen terindah buat saya, saya mau lewati ini dengan hidup baru."
Selain itu, Manganang juga menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi laki-laki sejati. "Maaf Ibu, saya ingin menjadi laki-laki sejati dan bisa bertanggungjawab," kata Manganang.
Sebagai informasi, Manganang merupakan mantan anggota tim voli putri. Ia didiagnosis mengidap penyakit hipospadia, sehingga baru diketahui bahwa selama ini Manganang berjenis kelamin laki-laki. Pria berusia 28 tahun tersebut lantas harus menjalani corrective surgery sebanyak dua kali.
KSAD Andika sendiri sempat mengungkapkan bahwa kakak Manganang yang bernama Amasya juga mengidap hipospadia. Menurut Andika, pihaknya melakukan pemeriksaan medis terhadap Amasya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Sama seperti sang adik, Amasya juga perlu menjalani corrective surgery sebanyak dua kali.
(wk/Bert)