Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan angka kenaikan kasus kematian akibat COVID-19 pada pekan ketiga Maret 2021 mengalami peningkatan dibanding pekan sebelumnya.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 24 Maret 2021 - 10:48 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 kembali memaparkan perkembangan situasi pandemi corona di Indonesia. Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa angka kenaikan kasus kematian akibat COVID-19 baru pada pekan ketiga Maret 2021 mengalami peningkatan dibanding pekan sebelumnya.
"Penambahan kematian di minggu ini juga mengalami peningkatan yang lebih besar dibanding minggu lalu," terang Wiku dalam konferensi pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (23/3). "Yang menandakan sudah dua minggu berturut-turut kasus kematian baru mengalami kenaikan."
Wiku menjelaskan bahwa berdasarkan data per 21 Maret 2021, angka kematian akibat COVID-19 mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Angka tersebut lebih lebih besar jika dibandingkan dengan kenaikan angka kematian COVID-19 pekan lalu yang mencapai 5,45 persen.
"Kenaikan ini dikontribusikan dari lima provinsi dengan kasus kematian baru tertinggi," papar Wiku. "Dua di antaranya berasal dari Pulau Jawa, yaitu Jawa Timur, Banten, Lampung, Sulawesi Tengah, dan Jambi."
Di sisi lain, angka kesembuhan COVID-19 baru pekan ini kembali mengalami penurunan. "Yang berarti kesembuhan telah menurun selama enam minggu berturut-turut," ungkap Wiku.
Jumlah kasus kesembuhan COVID-19 pekan ini mengalami penurunan sebesar 0,7 persen. "Meskipun penurunannya kecil, namun seharusnya kasus sembuh baru harus dapat terus meningkat jumlahnya setiap minggu," jelas Wiku.
Meski demikian, Wiku tetap memberikan apresiasi kepada lima provinsi yang mencatatkan angka kesembuhan COVID-19 tertinggi pekan ini. Yakni Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Riau, dan Jambi.
"Perkembangan untuk minggu ini untuk kasus positif, kematian dan kesembuhan baru menunjukkan perkembangan yang kurang diharapkan," kata Wiku. "Untuk itu saya ingatkan, dimohon untuk seluruh provinsi terutama pada lima provinsi dengan penambahan kasus positif dan kematian baru tertinggi untuk tidak lengah. Terlebih tiga di antaranya DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah telah memasuki minggu ketujuh PPKM Mikro setelah sebelumnya diawali dengan PPKM tingkat kabupaten/kota selama empat minggu."
Lebih lanjut, Wiku berpesan agar jangan sampai keberhasilan menekan kasus positif COVID-19 baru selama enam minggu pelaksanaan PPKM Mikro ini hanya bertahan sementara. Wiku mengaku bahwa beberapa daerah mungkin merasa jenuh dengan rutinitas penanganan COVID-19.
"Untuk itu saya berpesan, mari kita bangkit dan mempertahankan semangat COVID-19 karena semangat kita adalah nyawa bagi mereka," pungkas Wiku. "Dengan diperpanjangnya PPKM Mikro hingga dua minggu ke depan, serta perluasan cakupan menjadi 15 provinsi, diharapkan dapat semakin berdampak pada perkembangan kasus positif, sembuh, dan meninggal di tingkat nasional.
(wk/Bert)