Kongres HMI di Surabaya Ricuh, Polisi Amankan 6 Peserta yang Mengamuk
Instagram/humaspoldajatim
Nasional

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, pihaknya mengamankan enam orang tersebut atas permintaan panitia Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sendiri.

WowKeren - Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXXI yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (22/3) sempat berlangsung ricuh. Anggota Polda Jatim pun mengamankan enam peserta kongres tersebut karena diduga telah melempar kursi hingga memecahkan kaca di Gedung Islamic Center Surabaya.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, pihaknya mengamankan enam orang tersebut atas permintaan panitia Kongres HMI sendiri. Enam orang tersebut kini tengah diperiksa lebih lanjut.

"Ada miskomunikasi di antara mereka, kemudian ada yang membanting kursi," terang Nico pada Rabu (24/3). "Ini atas permintaan panitia, kami amankan enam orang dan sekarang masih dalam pemeriksaan."

Lebih lanjut, Nico menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung jalannya Kongres HMI ini. Pasalnya, HMI merupakan organisasi mahasiswa yang telah lama berdiri dan sudah mengerti soal demokrasi. Nico berharap Kongres HMI bisa berjalan dengan aman dan tertib pasca kejadian ini.


Pihak kepolisian juga disebut akan melakukan penjagaan di luar arena kongres. Mengingat terdapat rombongan yang berisi sekitar 1.000 kader HMI non-peserta kongres asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang turut datang ke Kota Pahlawan tersebut.

Sejak beberapa hari lalu, para kader itu disebut terus mencoba masuk ke arena kongres. Namun mereka dihadang oleh polisi dengan alasan menjaga protokol kesehatan di dalam Gedung Islamic Center.

"Kami melakukan pendekatan kami bagi dengan bantuan Ibu Gubernur, Pangdam, Pangko Al dan Danlanud AU di sini," ungkap Nico. "Alhamdulillah rombongan bisa turut mengerti dan mengamankan kota Surabaya baik dari keamanan maupun COVID-19."

Terkait agenda Kongres HMI yang molor, Nico mengungkapkan bahwa panitia sudah mengajukan permohonan penambahan waktu ke pihak kepolisian dan Pemprov Jatim. "Itu berdasarkan permintaan dari pihak panitia, untuk menambah satu hari, karena masih ada beberapa yang belum selesai. Sehingga permintaan itu disampaikan kepada polisi, dan Ibu Gubernur, Pangdam dan saya mendukung," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait