Walkot Danny Pomanto Tegas Larang Sebar Video dan Foto Ledakan Katedral Makassar
Twitter/DP_dannypomanto
Nasional

Wali Kota Makassar Danny Pomanto ikut memantau langsung lokasi kejadian ledakan dan menegaskan larangan agar tidak menyebar foto serta video aksi diduga bom bunuh diri tersebut.

WowKeren - Ledakan besar terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.30 WITA. Otoritas berwenang seperti Polda Sulsel sampai Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto pun sudah tiba di lokasi kejadian demi memantau situasi terkini.

Dalam kesempatan itu, di hadapan awak media, Danny menegaskan larangan agar warga tidak mengunggah video atau foto aksi diduga bom bunuh diri yang terjadi ini. "Jangan memposting video atau gambar," tegas Danny di tempat kejadian perkara.

Sebab saat ini banyak sekali beredar video dan foto soal kejadian di media sosial. Beberapa di antaranya menangkap langsung detik-detik ledakan yang terjadi ketika pergantian kloter ibadah umat Gereja Katedral Makassar.

Kendati demikian, pada pernyataan sebelumnya, Danny juga menjelaskan soal korban yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Menurut hasil teleponnya dengan Romo Gereja, tidak ada korban di dalam rumah ibadah tersebut.


"Saya telepon tadi romo, tidak ada korban di dalam gereja, ini laporan sementara dari romo. Romo sampaikan dari dalam gereja ini tidak ada korban di dalam gereja," ungkap Danny kepada Detik News. Kendati demikian ia tidak tahu apakah jemaat sedang melakukan kegiatan ibadah atau apa saat ledakan terjadi karena memang bergegas menuju lokasi kejadian.

"Saya tidak tanya (romo) tadi, saya cuma tanya korban jiwa tadi," beber Danny. "Saya sudah OTW ini, sudah dekat dari lokasi. Kebetulan saya saat itu lagi saksi nikah juga (terus dapat laporan)."

Ledakan yang terjadi sontak menjadi pembicaraan panas masyarakat Indonesia, apalagi karena umat Katolik mulai memasuki Minggu Palma pada pekan ini. Sejauh ini belum ada laporan yang menyatakan temuan korban jiwa kecuali beredar kabar hanya sang pelaku yang meninggal dunia.

Polisi dan tim Gegana Polda Sulsel masih menelusuri lokasi kejadian untuk memeriksa penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Hanya saja pada pernyataan awal, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan menyatakan bahwa kejadian ini diduga kuat bom bunuh diri.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait