Presiden KSPI Minta Menko Perekonomian Dan Menaker Bahas Pembayaran THR 2021 Bersama
Nasional

Menjelang bulan Ramadan dan lebaran 2021, para buruh meminta agar Tunjangan Hari Raya (THR) bisa dibayarkan secara penuh. Mengingat di tahun sebelumnya THR diberikan secara dicicil, kali ini para buruh meminta dibayarkan penuh.

WowKeren - Said Iqbal selaku Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah bertemu dan membahas perihal THR.

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan keseragaman dalam mengambil sikap pembayaran THR 2021. "Kami minta antara Menaker dan Menko Perekonomian bertemu dulu lah, masalah urusan THR," ujar Said Iqbal.

Said Iqbal menyampaikan jangan sampai ada perbedaan keputusan antara Menko Perekonomian bilang sudah saatnya THR dibayar penuh, namun di sisi lain Menaker juga mengeluarkan surat edaran yang cenderung mencicil. "Ini mana yang benar?," tambahnya.

Mengacu pada PP No 78 Tahun 2015, Said Iqbal menyebutkan bahwa tidak ada THR yang dibayar secara mencicil dan tidak proporsional. Maka dari itu, ia meminta untuk bisa membayarkan THR penuh dan proporsional.


"Kami meminta dalam surat edaran Menaker tentang THR yang baru ini, tahun 2021, mengikuti aturan Peraturan Pemerintah (PP) atau PP no 78 tahun 2015," terang Said Iqbal. "Yang mengatur, pertama, wajib pengusaha yang membayar THR yang bermasa kerja di atas satu tahun, full seratus persen, yang kedua, tidak boleh dibayar dengan cara mencicil."

"Yang ketiga, buruh yang bermasa kerja di bawah satu tahun, dibayar proporsional," lanjutnya. "Misal, enam bulan masa kerja, maka enam per dua belas dikali upah terakhir kali yang diterima, oleh karena itu, Menteri yang membuat surat edaran tidak boleh bertentangan, dengan PP No 78 Tahun 2015."

Said Iqbal meminta pemerintah untuk bisa menjaga keseimbangan. Sebab saat ini buruh juga sedang kesusahan. "Kami tahu pemerintah sudah bekerja keras menurunkan angka COVID-19, vaksin kami dukung, kami dukung ada stimulus," tambah Said Iqbal.

Said Iqbal menegaskan jika THR tidak dibayarkan penuh, maka buruh akan menggelar aksinya pada 12 April 2021. "Oleh karena itu, sikap kami pada 12 April kalau tetap ada pembayaran THR yang dicicil atau tidak dibayar penuh, aksi akan membesar," tandas Said Iqbal.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait