Siap Dipulangkan, Korban Kebakaran Kilang Balongan Bakal Jalani Tes COVID-19
Instagram/diskominfoindramayu
Nasional
Kebakaran Kilang Pertamina Balongan

Pertamina akan memulai tahapan pemulangan warga terdampak kebakaran kilang Minyak Balongan. Salah satunya adalah dengan melakukan tes COVID-19 pada para pengungsi.

WowKeren - Setelah berhasil memadamkan api yang membakar tangki T-301 kilang minyak Balongan, Pertamina akan memulai tahapan pemulangan warga terdampak. Salah satunya adalah dengan melakukan tes COVID-19 kepada para pengungsi.

Tahapan ini dimulai dengan sosialisasi kepada sekitar 40 peserta yang terdiri dari Muspika, Kuwu (Kepala desa), tokoh masyarakat, pengurus lingkungan (Ketua RW dan RT) serta TNI dan Polri, Senin (5/4) lalu. Sosialisasi ini akan dilanjutkan kepada warga terdampak di lokasi pengungsian pada Rabu (7/4).

Jelang pemulangan pengungsi, Pertamina akan melakukan tes swab antigen untuk screening COVID-19. Hal ini bertujuan untuk memastikan warga kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan sehat. Nantinya, pelaksanaan tes ini akan dilakukan dengan kerja sama Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ifki Sukarya selaku Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional. "Untuk warga dengan hasil swab negatif akan dipulangkan dan bagi warga dengan hasil swab positif akan diidentifikasi lebih lanjut gejala yang dialami," kata Ifki dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4).


Jika ditemukan warga positif COVID-19, Pertamina siap melakukan beberapa langkah penanganan. Untuk warga dengan gejala (ringan, sedang dan berat) akan langsung dirujuk ke RS Pertamina Balongan maupun RS yang lain. Sedangkan untuk warga positif yang tidak bergejala akan diminta melakukan isolasi mandiri.

"Dengan pelaksanaan sosialisasi ini diharapkan warga dapat memahami proses dan prosedur kepulangan warga yang saat ini masih mengungsi di GOR Bumi Patra. Harapan kami, semua warga sehat dan dapat segera berkumpul kembali dengan keluarganya di kediaman masing-masing," pungas Ifki.

Sementara itu, penyebab kebakaran hebat kilang minyak Balongan masih diselidiki. Kendati demikian, warga setempat mengaku sempat mencium aroma menyengat sebelum terjadi kebakaran.

Keluhan tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono. Namun Djoko menyatakan bahwa aroma tersebut berasal dari pembersihan holding basin usai petugas melakukan pemeriksaan kualitas bahan bakar yang berada di tangki.

"Bau itu ada pembersihan holding basin yang water treatment itu dibersihkan. Yang bersihkan itu juga dari teman-teman kampung sekitar dan PT-nya (yang bertugas membersihkan) sudah jelaskan itu pekerjaan mereka dalam rangka pembersihan water treatment," jelas Djoko.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts