Jozeph Paul Zhang 'Mengaku Nabi ke-26' Dikabarkan Keluar Jerman, Ternyata Warga Salatiga?
Nasional
Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

Ketika dilaporkan, sudah beredar informasi bahwa Jozeph Paul Zhang berada di Jerman. Namun ketika kini ditelusuri, rupanya yang bersangkutan sudah meninggalkan negara tersebut.

WowKeren - Dunia maya Indonesia kembali dihebohkan dengan pengakuan Jozeph Paul Zhang, seorang YouTuber yang mengaku menjadi Nabi ke-26. Bahkan lewat unggahannya ia menantang memberikan hadiah uang bagi siapapun yang bisa melaporkannya ke kepolisian.

Kendati demikian, polisi pun saat ini sudah bergerak untuk meringkus Jozeph Paul Zhang yang dilacak keberadaannya di Jerman. Namun penelusuran terakhir mengungkap sang oknum penistaan agama sudah keluar dari Jerman.

"Infonya sudah keluar dari Jerman, kita lagi lacak," ujar Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, Minggu (18/4). Namun demikian, Arif belum bisa menjelaskan detail kapan Jozeph meninggalkan negara tersebut.

"Dia di Bremen hanya 6 bulan infonya. Nah sekarang kita lagi cek," papar Arif, dikutip dari Detik News, Senin (19/4).

Usai kasus ini menjadi viral, penyelidikan pun dilakukan kepolisian dan membuahkan hasil soal identitas asli Jozeph Paul Zhang. Jozeph disebut-sebut bernama asli Shindy Paul yang mengantongi paspor yang dibuat di Kantor Imigrasi Semarang.


Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan Jozeph sudah meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong pada 11 Januari 2018. Keberadaannya yang di luar negeri ini pula yang disebut-sebut membuatnya berani menantang penonton videonya untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

Sementara itu, merujuk pada paspornya, maka bisa dibilang Jozeph alias Shindy adalah warga Jawa Tengah. Bahkan Jozeph dikabarkan pernah tinggal di Salatiga.

Kabar ini turut ditanggapi oleh Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat yang ternyata telah menerjunkan anak buahnya untuk turut menyelidiki. Namun ia menegaskan penyelidikan ini semata wujud dukungan kepada Bareskrim Polri terkait kasus peninstaan agama yang dilaporkan pada Sabtu (17/4) kemarin itu.

"Kita mencari informasi terkait tinggalnya di mana," tutur Rahmad, dilansir dari Kompas. "Karena infonya yang bersangkutan KTP-nya Salatiga."

Kendati demikian, Rahmad juga mengingatkan agar masyarakat dan tokoh lintas agam dapat tetap tenang. "Mari tetap jaga keharmonisan dan toleransi yang selama ini telah ditunjukkan dengan baik. Kejadian sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri, pasti ditangani sesuai hukum yang berlaku," tegas Rahmad.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts