India 'Tsunami' 275 Ribu Lebih Positif COVID-19 Dalam Sehari, Gara-Gara Mutasi Ganda?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Varian virus Corona India, B.1.617 dikonfirmasi mengalami mutasi ganda sekaligus, menjadikannya sebagai agen penyebab penyakit yang sangat menular juga kebal dari respons antibodi.

WowKeren - Bukan lagi gelombang, situasi mengerikan terjangan kasus positif COVID-19 di India mungkin sudah selayaknya tsunami. Pasalnya pada Minggu (18/4) kemarin, India mencatat tambahan hingga 275.306 kasus positif COVID-19.

India \'Tsunami\' 275 Ribu Lebih Positif COVID-19 Dalam Sehari, Gara-Gara Mutasi Ganda?

worldometers.info

Dengan demikian, total terdapat 15.057.767 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di India, menjadikan negara itu sebagai yang terbanyak kedua di dunia. Dan melansir worldometers.info, terdapat 178.793 kasus di antaranya yang berakhir meninggal dunia, sedangkan hampir 13 juta lainnya berhasil sembuh.

"Tsunami" kasus positif COVID-19 ini tentu seketika menjadikan India sorotan dunia. Banyak yang kemudian mengaitkan ledakan kasus ini dengan agenda keagamaan festival Kumbh Mela, di mana ratusan ribu umat Hindu berendam bersama menyucikan diri di Sungai Gangga.

Peristwai ini terjadi di kota bagian utara Haridwar, yang tentu saja diimbangi dengan lautan manusia tanpa kepatuhan protokol kesehatan. Tak main-main, sampai 2 ribu lebih kasus positif COVID-19 ditemukan di antara umat Hindu yang berpartisipasi dalam festival Kumbh Mela itu.


Namun para peneliti tampaknya memiliki analisis lain di balik penyebab tsunami kasus positif COVID-19 di negeri Bollywood itu. Banyak yang kemudian juga mengaitkan ledakan kasus ini temuan mutasi ganda virus Corona di India.

Melansir The Hindu, peneliti India rupanya menemukan virus SARS-CoV-2 yang mengalami dua jenis mutasi sekaligus, yang dikenal sebagai varian B.1.617. Varian ini dinyatakan mengalami mutasi E484Q dan L425R yang menyebabkan mereka menjadi lebih mudah menular sekaligus lolos dari respons antibodi.

Mutasi E484Q dan L425R sebenarnya bukan pertama kali ditemukan pada virus Corona. Namun baru varian B.1.617 lah yang mengalami kedua jenis mutasi itu secara sekaligus.

"Ini adalah varian yang tumbuh di dalam negeri dan banyak diekspor secara internasional," tutur salah seorang peneliti yang terlibat dalam identifikasi varian B.1.617. Pernyataannya pun benar adanya, sebab kini varian COVID-19 India dilaporkan sudah memasuki Inggris.

Tak berhenti sampai di situ, peneliti dari INSACOG juga mengeluarkan dugaan terdapat mutasi signifikan ketiga, yakni P614R, yang bisa juga terjadi pada virus tersebut. Ketiga mutasi ini terjadi pada protein lonjakan yang bertanggung jawab terhadap kemampuan virus Corona menempel pada sel inang.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts