Personel Militer Singapura Telah Tiba Dan Siap Bantu Cari KRI Nanggala-402
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

TNI AL bersama pihak terkait masih terus berusaha mencari kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4). Lima personel militer Singapura telah tiba dan siap membantu mencari kapal selam itu.

WowKeren - TNI AL hingga saat ini masih terus fokus mencari kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) di perairan Utara Bali. Dalam mencari kapal selam tersebut, TNI AL juga dibantu oleh pihak terkait seperti Basarnas. Tidak hanya bantuan dalam negeri, TNI AL juga mendapat bantuan dari negeri sahabat seperti Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat (AS).

Mayjen Achmad Riad selaku Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) menyampaikan bahwa lima personel militer Singapura telah tiba dan merapat ke KRI dr Soeharso-990 untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402. "Tim Angkatan Bersenjata Singapura berupa lima personel sudan on board di KRI Soeharso-990," ujar Riad saat konferensi pers di Bali yang disiarkan melalui kanal YouTube Puspen TNI, Jumat (23/4).

Riad mengungkapkan kehadiran kelima personel militer Singapura tersebut sekaligus juga menanti kedatangan kapal penyelamat kapal selam milik Angkatan Laut Singapura yakni MV Swift Rescue. Kapal penyelamat itu dijadwalkan akan tiba, Sabtu (24/4) malam ini.


Selain itu, TNI AL juga mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat (AS) berupa pesawat P-8 Poseidon. Pesawat tersebut juga dijadwalkan akan tiba Sabtu (24/4) malam. Tim Poseidon yang berasal dari US Airforce itu telah tiba dan berkoordinasi dengan TNI AL Indonesia.

"Tim dari Poseidon yang nanti akan sebagai operator ataupun membantu P-8 Poseidon Amerika dari US Airforce yang mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari nanti, akan membantu proses pencarian," terang Riad. "Timnya sudah datang di sini tadi untuk berkoordinasi."

Tak hanya dua negara tersebut yang turut membantu TNI AL Indonesia dalam mencari KRI Nanggala-402, adapun Malaysia dan Australia yang juga akan segera tiba. Malaysia mengirimkan MV Mega Bakti, sedangkan Australia mengerahkan HMAS Ballarat (FFH 155) dan HMAS Sirius (O 266).

Sebagai informasi, kapal selam KRI Nanggala yang hilang kontak di perairan utara Bali pada Rabu (21/4), mengalami black out atau mati listrik total saat penyelaman. Sehingga kapal tersebut diperkirakan jatuh di kedalaman sekitar 600 hingga 700 meter dari permukaan laut. Di dalam kapal itu memuat 53 awak kapal yang terdiri dari 49 ABK, 1 komandan satuan, dan 3 personel arsenal.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait