Mantan Ketua Busyro Muqoddas Bantah Isu Radikalisme Dan Taliban Di KPK
Nasional
Polemik Tes ASN Pegawai KPK

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas turut menyoroti isu terkait dengan soal-soal TWK yang dianggap mengandung unsur radikalisme dan taliban. Ia membeberkan pandangannya terkait hal itu.

WowKeren - Polemik terkait dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini masih menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang menduga bahwa soal-soal yang dimuat pada TWK mengandung unsur radikalisme dan Taliban.

Mendengar adanya isu radikalisme dan Taliban, Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas meyakini bahwa tidak ada satu pun pegawai yang memiliki fanatisme berlebih terhadap agama tertentu. Dengan begitu, secara tidak langsung Busyro membantah isu radikalisme dan Taliban di KPK.

Busyro menganggap isu-isu tersebut berasal dari buzzer-buzzer politik yang ingin menjatuhkan KPK. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda virtual yang bertajuk "Menilik Pemberantasan Korupsi Pasca Tes Wawasan Kebangsaan dan Putusan MK" pada Jumat (7/5).

"Tadi saya katakan, ada bagan militan Taliban," ujar Busyro. "Kuat dugaan itu produk imperium buzzer-buzzer politik dan saya bersaksi bahwa di KPK tidak ada yang namanya fanatisme kelompok agama apa pun, baik itu Kristiani, Islam, Hindu maupun Buddha."


Eks Ketua KPK yang sekarang menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah itu lantas mengungkapkan sejumlah pegawai yang taat dalam beragama. Seperti penyidik Christian yang taat menjadi umat Kristiani, kemudian Kadek selaku jaksa juga taat sebagai umat Hindu.

Busyro juga menyinggung nama penyidik senior Novel Baswedan. Ia mengatakan bahwa setelah Novel Cs pindah status dari perwira polisi menjadi penyidik KPK, mereka sangat amanah dan fokus dalam mengusut kasus-kasus korupsi.

Lebih lanjut, Busyro meminta dukungan dari masyarakat untuk ke-75 orang pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos TWK dan diisukan terancam dipecat. Ia mengajak masyarakat untuk menyelamatkan KPK dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kita dorong jangan sampai 75 pegawai KPK itu dipecat dengan dalih apa pun juga," tutup Busyro. "Karena tes wawasan kebangsaan itu tidak memiliki legitimasi moral, legitimasi akademis maupun metodologi."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts