Klaster Buka Puasa Bersama Infeksi 23 Orang, Satu Gang di Solo Langsung Lockdown
Flickr/[email protected]
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satu gang di Banjarsari, Solo langsung di-lockdown hingga 25 Mei mendatang karena 23 warganya dikonfirmasi positif COVID-19 usai mengikuti gelaran buka puasa bersama.

WowKeren - Buka puasa bersama menjadi salah satu tradisi sepanjang Ramadan yang tak bisa diselenggarakan dengan leluasa di tengah pandemi COVID-19. Dan terbukti, kini sebuah gang di Kota Solo, Jawa Tengah, dilaporkan lockdown selama 14 hari menyusul temuan 23 kasus positif COVID-19 dari gelaran buka puasa bersama.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RW 07 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Ariyanto Rinto. Menurutnya penyekatan satu gang dilakukan mulai Rabu (12/5) sampai Selasa (25/5) mendatang.

"Ada 55 warga yang tinggal di gang tersebut," jelas Ariyanto, dilansir dari Antara, Minggu (16/5). "Dari hasil tes usap diketahui ada 23 orang yang terpapar COVID-19."

Klaster ini, tutur Ariyanto, bermula dari adanya salah satu warga yang menggelar buka puasa bersama. Warga yang kemudian dikonfirmasi positif COVID-19 ini pun sedang menjalani isolasi di Asrama Haji Donoduhan.

"Dia (penyelenggara buka bersama) kebetulan kerja di luar daerah," terang Ariyanto. Rupanya warga yang bersangkutansudah merasakan kehilangan kemampuan indra perasanya.


"Tetapi karena orang awam kan tidak paham kalau itu gejala COVID-19," sambung Ariyanto. Dan benar saja, sesudah mengikuti gelaran buka puasa bersama itu, sejumlah warga mulai merasa tidak enak badan.

Tes COVID-19 pun dilakukan, didahului oleh warga yang menggelar acara buka puasa bersama. Hasilnya ia dikonfirmasi positif terinfeksi virus Corona.

"Akhirnya yang ikut buka bersama mengikuti uji usap semuanya. Totalnya ada 50 yang ikut tes," jelas Ariyanto. "Dan diketahui 23 yang kena."

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Sumber, Supyanto, menyatakan bahwa klaster buka puasa bersama di RT 01 RW 07 ini sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta. "Jadi ini pergerakan warga kami batasi dulu. Hanya satu RT saja, kemarin 20 orang yang kena, itu kan berkembang," katanya.

Sedangkan ke-23 warga yang sudah dikonfirmasi positif COVID-19 sudah dibawa ke Asrama Haji Donoduhan untuk diisolasi. Mereka tidak disarankan melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing lantaran kawasan tersebut merupakan daerah yang cukup padat penduduk.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts