Sama-Sama Dilarang, Jumlah Pemudik Tahun Ini Lebih Banyak Dibanding Lebaran Tahun Lalu
commons.wikimedia.org/Coris
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa pemerintah memang telah memprediksi bahwa keinginan mudik masyarakat tahun ini lebih besar.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah menerapkan larangan mudik Lebaran selama dua tahun berturut-turut akibat situasi pandemi virus corona (COVID-19). Meski demikian, jumlah pemudik tahun ini rupanya lebih banyak dibandingkan momen Lebaran tahun lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa pemerintah memang telah memprediksi bahwa keinginan mudik masyarakat tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu. Oleh sebab itu, langkah antisipasi pun dilakukan.

"Pengamanan Operasi Ketupat tahun 2020 dan 2021 ini memang sedikit berbeda," tutur Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri pada Rabu (19/5). "Dimana kita telah memprediksi keinginan masyarakat untuk mudik itu sangat tinggi."

Sebagai informasi, periode larangan mudik Lebaran tahun ini berlaku pada 6-17 Mei 2021. Adapun kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitiri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1441 H.


"Dimana kalau tahun 2020 masyarakat masih banyak yang tidak melakukan mudik. Dimana tahun ini lebih banyak mudiknya, sehingga kita lakukan masa larangan mudik itu," papar Ramadhan. "Namun pada pelaksanaannya tahun ini, masyarakat yang mudik itu lebih banyak dari tahun lalu."

Ramadhan juga menjelaskan bahwa pergerakan kendaraan yang terjadi di Operasi Ketupat tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun lalu. Menurut Ramadhan, peniadaan mudik berlaku di masa Operasi Ketupat.

"Namun pelaksanaannya, sebelum Operasi Ketupat banyak warga yang sudah mudik. Jadi saya sampaikan bahwa kejadian Laka Lantas ini terjadi saat Operasi Ketupat, jadi bukan pada saat pengamanan peniadaan mudik tersebut. Jadi pada saat masa di Operasi Ketupat," ungkapnya. "Namun terjadinya pergerakan kendaraan terjadi banyak pada saat sebelum pelaksanaan peniadaan mudik itu sendiri."

Adapun dalam Operasi Ketupat 2021, Ramadhan melaporkan ada 149.353 penindakan keselamatan serta ketertiban lalu lintas dan pelanggaran lalu lintas dan 1.291 kejadian kecelakaan lalu lintas. Lalu ada pula 654.623 penindakan pelanggaran protokol kesehatan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts