Viral Vaksinasi COVID-19 dengan 'Jarum Kosong', Kemenkes RI Beri Klarifikasi
Twitter/KemenkesRI
Nasional

Dalam video yang viral itu tampak petugas kesehatan dengan APD hanya menusukkan jarum suntik tanpa memasukkan substansi vaksin COVID-19 ke tubuh penerimanya.

WowKeren - Media sosial tengah digegerkan dengan video viral aksi seorang petugas kesehatan yang tidak memberikan vaksinasi COVID-19 dengan benar. Pasalnya sang petugas tertangkap kamera hanya menusukkan jarum suntik ke tubuh penerima vaksin, namun tidak mendorong substansi di dalamnya dan langsung mencabutnya kembali.

Video meresahkan ini diunggah oleh akun Instagram @lambee_turahh_official. Dalam video singkat tersebut tampak seorang bapak-bapak mengenakan masker ganda yang siap menerima suntikan vaksin COVID-19.

Pria berpakaian merah itu menyingsingkan lengan pakaiannya hingga seorang tenaga kesehatan ber-APD mendatanginya. Sang nakes menusukkan jarum suntik namun terlihat tidak mendorong substansi vaksin ke tubuh sang pria berkaus merah.

Setelah beberapa saat, nakes tersebut menarik kembali jarum suntiknya dan memperlakukan pria tersebut seolah sudah menerima suntikan vaksin. Tak terdengar jelas pembicaraan mereka, namun seolah sang nakes mengisyaratkan bahwa proses vaksinasi sudah usai kendati terlihat tidak ada substansi vaksin yang disuntikkan.


Kementerian Kesehatan pun memberikan penjelasan perihal video viral tersebut. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, meluruskan bahwa video tersebut tidak mungkin direkam di Indonesia.

"Sepertinya tidak mungkin ya (terjadi di Indonesia)," tutur Siti Nadia, dikutip dari Detik Health, Senin (24/5). Keyakinan Siti Nadia juga bukan tanpa alasan, sebab Indonesia menggunakan jarum suntik yang disebut auto destruct syringe (ADS).

"Karena suntikan yang kita gunakan itu namanya ADS," sambung Siti Nadia. "Yang artinya suntikan sekali pakai dan setelah itu akan rusak dengan sendiri. Jadi hanya betul-betul sekali pakai."

Selain itu, prosedur di Indonesia pun mewajibkan vaksinator untuk menunjukkan produk vaksin terlebih dahulu kepada penerima sebelum menyuntikkannya. "Ada (protap untuk menunjukkan vaksin Corona lebih dulu sebelum disuntik)," terang Siti Nadia, sehingga tidak mungkin jika video viral itu direkam di Indonesia.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait