Pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memprediksi Indonesia akan memasuki masa puncak wabah COVID-19 sekitar akhir Juni 2021.
- Elvariza Opita
- Rabu, 02 Juni 2021 - 09:59 WIB
WowKeren - Indonesia diyakini akan mencapai puncak wabah COVID-19 dalam waktu dekat. Prediksi ini disampaikan oleh Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.
Tak main-main, bahkan Dicky meyakini laju penambahan kasusnya bisa mencapai 50-100 ribu per hari. Krisis ini bisa diperburuk karena momen setelah Lebaran yang memang identik dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
"Puncak Corona di Indonesia yang kesekian ini nanti akhir Juni diperkirakan," papar Dicky, Selasa (1/6). "Menurut saya, kasusnya bisa sampai 50-100 ribu per hari."
Menurut Dicky, tingginya laju penambahan kasus bisa terjadi karena akumulasi kasus COVID-19 dari hari-hari besar sebelumnya seperti Natal dan Tahun Baru. Bahkan menurut Dicky bisa jadi puncak-puncak wabah akan terjadi dalam beberapa kesempatan.
Bahkan menurut Dicky, pandemi COVID-19 Indonesia saat ini masih berada di fase gelombang pertama. Gelombang ini disebutkan naik turun sehingga melalui beberapa puncak dan memerlukan waktu lama untuk penyelesaiannya.
"Sebagian klaster itu kan mayoritas itu sudah tidak bisa dideteksi," ujar Dicky, menjelaskan mengapa gelombang pertama wabah COVID-19 tak jua berakhir. "Sehingga pandeminya terus memanjang, menguat."
Ada beberapa faktor yang memengaruhi panjangnya gelombang pertama wabah COVID-19 ini. Seperti minimnya testing dan tracing. Karena itulah Dicky kemudian menyarankan agar fokus memantau perkembangan wabah infeksi virus Corona di lingkup rumah karena 80 persen kasus terjadi di skala rumah tangga.
Di sisi lain, pemerintah telah melakukan sedaya upaya untuk mencegah terjadinya ledakan kasus COVID-19 terutama setelah libur Lebaran. Salah satunya dengan menetapkan larangan mudik yang ternyata tidak seratus persen efektif sebab Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkap malah ada lonjakan pergerakan penduduk selama masa pengetatan tersebut.
Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, peningkatan mobilitas ini tercatat pada 27 April hingga 5 Mei 2021. Sedangkan peningkatan yang tidak sesignifikan sebelumnya juga tercatat pada masa larangan Mudik 6-17 Mei 2021.
(wk/elva)