Arab Saudi hanya menerima jemaah Haji 2021 yang sudah menerima suntikan dosis penuh vaksin COVID-19 di daftar izin penggunaan darurat (EUL) WHO. Lantas bagaimana jemaah Indonesia?
- Elvariza Opita
- Rabu, 02 Juni 2021 - 11:55 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menurunkan izin penggunaan darurat (emergency use listing / EUL) untuk vaksin Sinovac. Dengan demikian, WHO sudah memastikan bahwa vaksin dengan merek dagang CoronaVac itu memenuhi standar internasional dari segi keamanan, efikasi atau kemanjuran, dan proses manufakturnya.
Sejumlah negara dan otoritas menggunakan EUL dari WHO sebagai dasar izin pemberlakuan sebuah kebijakan. Termasuk di antaranya izin untuk masuknya jemaah Haji oleh Arab Saudi.
Diketahui Arab Saudi hanya mengizinkan jemaah yang telah disuntik vaksin COVID-19 yang masuk dalam EUL WHO untuk melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci. Lantas dengan kebijakan baru dari WHO ini, akankah jemaah penerima vaksin Sinovac, termasuk dari Indonesia, bisa beribadah Haji tahun 2021 ini?
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ternyata siap berkonsultasi lebih lanjut dengan Presiden Joko Widodo. Kepada Salaam Gateway, Yaqut menilai waktu persiapan sudah terlalu sempit, yakni sekitar kurang dari 50 hari.
"Kami masih menunggu (informasi resmi dari Arab Saudi) dalam beberapa hari ke depan," kata Yaqut, dikutip pada Rabu (2/6). "Semoga kami bisa segera menentukan keputusan."
Sejauh ini Arab Saudi memang menetapkan hanya membuka pintu untuk 11 negara yang dianggapnya efektif dalam mengendalikan pandemi COVID-19. Namun di antara 11 negara tersebut, Indonesia tidak termasuk di dalamnya sehingga memicu kecurigaan jemaah asal Tanah Air tak bisa berangkat Haji 2021.
Selain karena izin yang belum turun, jemaah Indonesia yang kebanyakan mengenakan vaksin Sinovac juga menjadi "faktor pemberat". Sebab vaksin ini tidak diterima di Arab Saudi yang mengandalkan EUL WHO, yakni izin untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson.
Di sisi lain, bila Indonesia masih menunggu, maka ada negara yang juga telah memutuskan untuk tak memberangkatkan jemaah Haji 2021. Salah satunya Singapura yang meski tak mendiskreditkan pengendalian wabah COVID-19 di Arab Saudi, namun memilih tidak memberangkatkan jemaah Haji demi keamanan bersama.
(wk/elva)