Pemakaian nama jalan seperti itu adalah cara simbolis untuk menolak rencana PM Viktor Orbán mengundang Universitas Fudan Shanghai untuk membangun kampus di Budapest.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 04 Juni 2021 - 15:54 WIB
WowKeren - Walikota oposisi Budapest bersiap-siap untuk pemilihan tahun depan dengan meluncurkan serangkaian nama jalan yang provokatif. Tujuannya adalah untuk mempermalukan Perdana Menteri Viktor Orbán di depan sekutu Tiongkok dan pemilih Hongaria.
Berkat Walikota Gergely Karácsony, Budapest sekarang memiliki Jalan Dalai Lama, Jalan Hong Kong Merdeka, Jalan Martir Uyghur, dan Jalan Uskup Xie Shiguang yang dinamai menurut nama seorang imam Katolik Tiongkok yang dianiaya.
Karácsony mengatakan nama jalan adalah cara simbolis untuk menolak rencana Orbán mengundang Universitas Fudan yang berbasis di Shanghai untuk membangun kampus di Budapest, dengan bantuan pinjaman Tiongkok untuk menampung 6.000 siswa.
Proyek ini telah membuat jengkel banyak warga Hongaria. Menurut laporan yang ada, proyek tersebut akan berlokasi di lokasi yang sama dengan proyek "Kota Pelajar" yang dimaksudkan untuk menyediakan perumahan yang terjangkau bagi siswa muda Hongaria.
"Nama jalan baru untuk memperingati mereka yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok, dan dengan siapa kami berdiri dalam solidaritas," kata Karácsony kepada Politico. "Mengganti nama jalan saja mungkin tidak efektif untuk menghentikan proyek, tetapi itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa kita akan menggunakan segala cara untuk melindungi rencana Kota Pelajar."
Tak pelak langkah ini pun mendapat reaksi dari Tiongkok. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin pada hari Kamis (3/6) menyebut itu "menjijikkan" bagi "politisi tertentu untuk mencari perhatian dengan agenda anti-Tiongkok."
Portal investigasi independen Hongaria Direkt36 melaporkan bahwa proyek itu sebagian besar akan melibatkan pekerja Tiongkok dengan bahan bangunan dan pembiayaan melalui pinjaman yang harus dibayar Hongaria. Karácsony mengatakan rencana itu meski didukung di tingkat politik teratas di Hongaria dan Tiongkok, tidak didukung oleh publik. Meski demikian, Karácsony menegaskan jika ia tidak berniat untuk mengacaukan hubungan Hongaria dengan Beijing.
"Kami menentang proyek Fudan dan bukan melawan Tiongkok," tegasnya. "Meskipun kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan reaksi potensial dari Tiongkok, kami ingin menjaga hubungan baik dengan Tiongkok dan komunitas Tiongkok di Budapest."
(wk/zodi)