PDIP Buka Suara Soal Analogi yang Samakan Puan Maharani Dengan Teh Botol
Instagram/puanmaharaniri
Nasional

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Wuryanto memberikan penjelasan soal pernyataan yang mengibaratkan sosok Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai teh botol Sosro di ajang Pilpres.

WowKeren - Sebuah rekaman yang diduga suara Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menghebohkan media sosial. Pasalnya, Bambang mengibaratkan sosok Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai teh botol Sosro di ajang Pilpres dalam rekaman tersebut.

"Jadi rumusnya Puan Maharani teh botol Sosro. Apa pun makanannya minumnya teh botol Sosro. Ya to?" demikian cuplikan pernyataan Bambang dalam rekaman yang beredar. "Siapa pun calon presidennya wakilnya PM. Masuk akal tidak? Ya pasti masuk to Pak."

Kekinian, Bambang pun memberikan penjelasan terkait hal ini. Menurut Bambang, pembicaraan tersebut terjadi antara dirinya dengan sejumlah awak media dan kolega.

Bambang pun mengaku kecewa rekaman tersebut tersebar. "Cerita yang saya nyatakan off the record (OTR) tersebut, ternyata disebarluaskan," jelas Bambang dalam keterangan tertulis, dikutip Tempo pada Rabu (9/6).

Menurut Bambang, dirinya sejak awal telah menyampaikan bahwa pernyataan dalam pertemuan itu adalah latar belakang sikap yang ia sampaikan secara resmi di depan publik. Meski tak menganggap rekaman itu bocor karena diskusi berlangsung secara terbuka, Bambang mengaku kecewa atas ketidakmampuan orang-orang dalam pertemuan itu dalam menjaga profesionalitas dan proporsionalitas.


"Sehingga terjadi hal yang mencoreng integritas teman-teman yang ada dalam diskusi itu," paparnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa diskusi tersebut berlangsung secara informal, spontan, dan bukan untuk dipublikasikan. Oleh sebab itu, penyampaiannya penuh dengan ungkapan spontanitas dan analogi spontan.

Jargon "Teh Botol Sosro" yang terlontar disebutnya merupakan bentuk spontanitas dalam situasi perbincangan informal. "Jadi saat disebarluaskan maka bisa menjadi penuh bias dan distorsi pemahaman," jelasnya.

Bambang juga menyoroti rekaman yang beredar hanya potongan-potongan saja, bukan rekaman lengkap dari awal hingga akhir. Namun ia mengaku masih dapat menerima hal tersebut dan tidak berniat mengadu ke Dewan Pers.

"Biarlah ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan sebagai kader PDI Perjuangan," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts