Pakar Khawatir Jika 3 Varian Virus Corona Ditemukan di Madura: Berpotensi Seperti India
pixabay.com
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Sejumlah wilayah di Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19, termasuk Madura. Pakar khawatir jika ada 3 varian COVID-19 yang memasuki Madura, bisa menjadi seperti India.

WowKeren - Belakangan, Madura mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang akhirnya membuat empat kecamatan di Bangkalan di-lockdown. Hal ini turut mengundang banyak perhatian dari publik.

Agung Dwi Wahyu Widodo selaku anggota Dewan Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Jatim memperkirakan varian virus COVID-19 strain B.117 asal Inggris telah sampai di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kemungkinan itu terkait dengan sifat virusnya yang mudah menyebar.

Adapun transmisi dari varian tersebut mencapai 40-90 persen. Seperti yang diketahui, varian tersebut telah menyebar ke lebih dari 90 negara.

"Bisa meningkatkan insiden sebesar 40-90 persen, ini cukup berbahaya, terutama menyebabkan angka kejadian masuk rumah sakit yang tinggi," terang Agung saat dihubungi JawaPos.com. "Kemudian memperberat kondisi pasien dan menyebabkan mortalitas."

Selain itu, kemungkinan reinfeksi juga diperkirakan terjadi. "Jadi berhati-hati kepada orang yang juga sudah divaksin tapi bisa terinfeksi kembali," imbuhnya.


Terkait dengan kemunculan varian virus COVID-19 asal Afrika Selatan dan India di Bangkalan, Agung juga belum bisa memastikan hal tersebut. Hal ini lantaran ia belum menerima sampel dan mendapatkan informasi yang valid.

"Jadi informasi yang saya dapatkan sebelumnya, di India ada varian Afrika Selatan, tapi saya belum mendapatkan bukti secara detail," jelas Agung. "Tapi yang kedua, saya dapatkan info dari rapat koordinasi bersama Pemprov Jatim, baru ada varian Inggris."

Agung mengatakan apabila ketiga varian virus COVID-19 itu muncul dan terdeteksi ada di Madura, khususnya Bangkalan, bisa jadi kemungkinan kasusnya meledak seperti India. "Karena 3 jenis varian virus ini kita temukan di India semua," tandas Agung.

Sebelumnya, Pakar Epidemologi telah mencurigai adanya varian baru yang telah memasuki Madura. Hal ini bermula saat diketahui ada tiga tenaga kesehatan yang meninggal akibat terpapar COVID-19.

"Saya mencurigai varian baru, saya melihat dari nakes yang meninggal," tutur Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo saat dihubungi detik.com, Selasa (8/6).

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts