Jatim Akan Gelar Vaksinasi Gotong Royong Perdana Pada 17 Juni 2021
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Vaksinasi Gotong Royong akan digelar pertama kali di Jawa Timur. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi para karyawan itu sebelumnya juga telah digelar oleh sejumlah perusahaan di DKI Jakarta.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 massal saat ini menjadi hal yang utama dan sangat penting untuk dilakukan. Hal ini bertujuan agar Indonesia bisa segera mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity. Apabila sudah mencapai herd immunity, Indonesia bisa segera mengakhiri pandemi COVID-19.

Adapun salah satu program vaksinasi di Indonesia adalah Vaksinasi Gotong Royong. Sebelumnya, vaksinasi Gotong Royong telah dilaksanakan perdana pada 18 Mei lalu di DKI Jakarta.

Selanjutnya, vaksinasi Gotong Royong akan kembali digelar di Jawa Timur. Hal ini merupakan pertama kalinya di Jatim terkait dengan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong menggunakan vaksin jenis Sinopharm. Adapun perusahaan yang menggelar vaksinasi tersebut adalah PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang menggandeng PT Biofarma (Persero).

"Penyuntikan dosis pertama akan dilaksanakan pada Kamis (17/6), di Klinik SIER, di Jalan Rungkut Industri Raya Surabaya," tutur Kepala Departemen Klinik SIER Venda Ratih, Senin (14/6).

Lebih lanjut, Venda menuturkan bahwa target keseluruhan dari kegiatan vaksinasi Gotong Royong tersebut adalah sebesar 20 ribu orang. Pada pelaksanaan kelompok pertama, akan disuntikkan sebanyak seribu dosis vaksin terlebih dahulu.


Kemudian, vaksinasi Gotong Royong itu hanya ditujukan kepada para tenant maupun perusahaan di luar kawasan. Selain itu, para peserta sebelumnya telah didaftarkan oleh perusahaan masing-masing, sehingga Klinik SIER tidak membuka pendaftaran secara on the spot atau di tempat.

Venda menjelaskan terkait dengan teknis pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong. Kegiatan tersebut akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, kemudian vaksinatornya adalah gabungan dari tim Klinik SIER dan relawan yang jumlahnya sekitar 28 orang.

Sebelum dilakukan vaksinasi, para peserta diminta untuk mengisi registrasi data. Kemudian, para peserta melakukan pemeriksaan yang dilakukan dengan wawancara, baik kepada penerima atau narasumber lain.

Setelah melakukan pemeriksaan wawancara, penerima vaksin akan diperiksa tekanan darahnya. Apabila pemeriksaan tekanan darah menunjukkan hasil yang baik, maka penerima bisa langsung melakukan vaksinasi COVID-19.

"Setelah itu, penerima vaksin akan diobservasi keadaan pasca disuntik," tutup Venda. "Jika tidak ada keluhan yang berarti, pasien baru diizinkan pulang."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts